Curhat Lagi kepada Pak Jokowi

Pak Joko, hari-hari ini saya larut dalam kegalauan nasional. Galau, cemas, kuatir, campur aduk tak karuan. Nalar saya tergiring ke satu titik tragedi: panjenengan dimakzulkan!

Bener lho, Pak. Saya sangat menguatirkan panjenengan dimakzulkan. Orang Jawa bilang, jalarané wis ana. Penyebabnya sudah ada. Yakni, penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, tempo hari. DPR yang menerima ajuan nama calon sudah memroses dan menyetujui, kendati KPK menetapkannya sebagai tersangka penerima gratifikasi sehingga rekeninngnya disebut gendut.

Dari perkara itu, lalu muncullah isu pelemahan KPK, satu-satunya lembaga antikorupsi yang dipercaya mayoritas rakyat. Institusi lainnya, seperti kepolisian, kejaksaan dan lembaga peradilan, suka-tak suka, nyaris kehilangan kepercayaan publik.

Pak Jokowi, saya yakin, sejak menjelang penentuan nama calon Kapolri, panjenengan sudah gundah pula. Mungkin situasinya sangat dilematis. Calon Kapolri disetujui semua politikus, baik dari koalisi partai pendukung maupun koalisi rival. Sebuah peristiwa ‘aneh’ jika mengingat sengitnya pertarungan politik menjelang pemilihan presiden hingga penentuan komposisi pimpinan DPR dan alat kelengkapannya. Continue reading