Juri Boleh Iri

Meski belum pernah bisa nulis bagus, saya punya banyak pengalaman penjurian lomba blogging. Di antaranya, beberapa kali menjadi anggota dewan juri Internet Sehat Blogging Award (ISBA) untuk memilih sejumlah blog terbaik Indonesia. Lalu, penjurian bertema antikorupsi yang diselenggarakan Transparency International Indonesia semasa dipimpin Kang Teten Masduki, dan beberapa lainnya.

Dalam setahun terakhir, sudah tiga lomba (dan akan menjadi lima hingga akhir tahun) dimana saya ikut serta sebagai tim yang membuat penilaian. Rasanya makin iri saja melihat kian banyak tulisan bagus bertebaran, dengan penulis beragam latar belakang. Ada pelajar (bahkan masih SMP), pengusaha, ibu rumah tangga, blogger kawakan, guru, petani, dan masih banyak lagi.

Tak hanya tema wisata yang kebanjiran peminat, pada tema-tema serius (antikorupsi, difabilitas) pun berjubelan pendaftar. Dan, satu hal yang menurut saya unik, blogger yang sudah lama malang-melintang dalam berbagai kopdar dan komunitas, malah sangat sedikit saya jumpai. Saya tidak tahu lagi ke mana mereka, meski sebagian masih sering ‘berjumpa’ karena sama-sama ‘aktivis’ linimasa media sosial seperti Twitter atau Instagram. Continue reading