Kewajiban Revolusi Mental Pendukung Jokowi

Tulisan ini dibuat dua bulan sebelum dipublikasikan. Saya unggah setelah melihat konsistensi seorang Jokowi dalam memaknai kekuasaan, dan memanfaatkannya untuk melakukan perubahan. Desakralisasi upacara peringatan hari kemerdekaan adalah contoh nyata, selain sikap dan perilaku kesehariannya.

Pada penghujung ramadan 2017, linimasa semua media sosial diramaikan dengan pamer pamer pujian, baik oleh para pendukung militan dan simpatisan Presiden Jokowi. Sebagian mengungkapkan tidak adanya aksi sweeping terhadap restoran dan rumah makan hingga tempat-tempat hiburan, oleh kelompok yang mengatasnamakan umat Islam. Sebagian lainnya menyebut kelancaran arus mudik, dengan bumbu sindiran kepada para ‘pembenci’ Jokowi yang kehabisan amunisi untuk mem-bully.

Sebagai pendukung Jokowi, saya risih dengan narasi-narasi sinikal yang sangat mudah kita dapati di layar gawai pribadi. Meski bisa mengerti kenapa itu bisa terjadi, namun yang demikian sejatinya menjadi bukti bahwa banyak di antara kita sudah kehilangan sikap rendah hati. Continue reading