Pertimbangan Memilih Maskapai Penerbangan

Berita pembatalan sanksi kepada Lion Air (dan Air Asia) akibat kesalahan membawa penumpang terminal kedatangan luar negeri ke jalur domestik, sudah saya duga sebelumnya. Mau dibilang prasangka atau pendapat mengada-ada, silakan. Silakan pula menyimak ‘kemesraan’ Direktorat Perhubungan Udara dengan Lion Air, yang berulang kali menyodorkan fakta, tak pernah ada sanksi yang membuat Lioan Air jera lalu berbenah memanjakan konsumennya.

Jika Anda mengeluh tidak bisa melihat foto di atas dengan jelas, percayalah, permasalahan bukan pada mata Anda. Lion Air memang susah dilihat dengan mata telanjang semata.

Jika Anda mengeluh tidak bisa melihat foto di atas dengan jelas, percayalah, permasalahan bukan pada mata Anda. Lion Air memang susah dilihat dengan mata telanjang semata.

Semula, saya mengira di bawah Ignasius Jonan, Kementerian Perhubungan akan tegas seperti citra yang dibuatnya selama ini. Juga, harapan kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk bersikap keras (termasuk melakukan upaya hukum) menekan manajemen Lion Air memenuhi ‘hak dasar’ konsumen atas jasa penerbangan akan ketepatan jadwal keberangkatan. Tapi, ya saya maklum. Jonan dan orang YLKI hanya bisa bersuara keras melawan rokok. Itulah ‘spesialisasi’ mereka.

Tulisan di bawah ini sudah disiapkan dua hari sebelum pernyataan resmi pembatalan sanksi terhadap Lion Air (dan Air Asia) oleh Kementerian Perhubungan. Continue reading