Save VASTENBURG, Beli Kaosnya!

Buat teman-teman yang rindu dengan dagangan saya, kini kembali ditawarkan desain kaos baru, dengan tema yang masih aktual (di Surakarta) dan menggelitik syaraf keberpihakan kita pada upaya pelestarian benda-benda cagar budaya. Meski saya yang jualan, ide desain dan produksi sepenuhnya dibiayai oleh seorang teman.

Dia punya keprihatinan yang sama dengan saya. Sama-sama sayang terhadap Benteng Vastenburg bila harus berubah bentuk menjadi hotel. Bukan saja merusak wajah situs yang sebenarnya, tapi upaya mengubah bentuk Vastenburg sama saja menghilangkan memori kolektif akan sejarah kelam, ketika Indonesia masih dijajah oleh kolonialis Belanda.

Sulit untuk mengatakan siapa yang bersalah. Pemilik sekarang, Robby Sumampouw, tak bisa disalahkan begitu saja. Logika pemodal dimana-mana sama: mencari keuntungan atas sejumlah investasi yang telah dikeluarkan. Apalagi, Robby bukan pembeli langsung dari pemilik sesungguhnya, yang ketika itu adalah (kalau tak salah) Departemen Pertahanan.

Robby hanyalah pembeli dari pemilik sebelumnya, konon keluarga pemilik kelompok usaha Batik Keris. De facto atau de jure, dia memang pemilik sah. Maka ketika ia ingin mengubah asetnya menjadi hotel, kita bisa memahami sebatas dengan kelakar: ya, begitulah logika saudagar.

Maka, posisi Walikota pun jadi sulit. Kalau tak memberi ijin atas permohonan yang diajukan Robby, maka ia bisa digugat lewat Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN), apalagi semua syarat telah dipenuhi oleh pemohon. Misalnya, adanya surat lolos analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan rekomendasi dari Direktur Jenderal Peninggalan Purbakala (?).

(Persoalan kredibilitas tim Amdal, itu soal lain. Kekecewaan akan kecerobohan instansi yang seharusnya melindungi aset sejarah dan ilmu pengetahuan, itu juga soal yang berbeda pula).

Yang pasti, di sini saya ingin jualan kaos. Kalau mau beli, yang monggo saja. Polanya masih sama dengan ketika saya berjualan kaos Pornography? dan TIKI.

Silakan tinggalkan pesan atau kirim email pribadi dengan mencantumkan nomor telepon seluler untuk pemberitahuan teknis transfer pembayaran. Kaos sudah siap dikirimkan mulai tanggal 25 Desember 2008. Hanya tersedia satu pilihan warna: HITAM! Ukuran, sementara tersedia allsize (L), extra large (XL) dan superjumbo (XXL).

Bila Anda memesan, kami akan menghubungi via sms (kalau menyertakan nomor telepon) atau ke email pribadi Anda. Prinsipnya, begitu Anda tertarik, segera hubungi saya. Jangan lupa menyebutkan ukuran kaos yang Anda inginkan.

Saya tunggu pesanan Anda. Saya sudah rindu akan keuntungan dari kedermawanan Anda.

Poligami? Yes, (tapi)……..

Sukses membuat saya tuman alias ketagihan. Bagaimana tidak? Gagasan kampanye anti-RUU Pornografi yang saya wujudkan lewat (produksi) kaos diterima banyak orang (baca: banyak pembeli), kini saya kembali menghadirkan kaos baru. Desainnya sangat sederhana, meski kemungkinan sebagian dari Anda akan menyebutnya norak. Tak apa, namanya juga usaha…..

Terlepas dari alasan obyektif atau subyektif para pelaku poligami, saya juga punya sikap sendiri: poligami itu merugikan kaum perempuan (serta anak-anaknya maupun keluarganya)! Silakan yang pro akan berkilah sanggup berbuat adil terhadap istri-istrinya atau mengaku mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Sementara, saya lebih mengacu pada teladan nabi yang tidak membolehkan putrinya dimadu (meski) oleh sahabatnya sendiri. Dari sikap Rasulullah itu saya yakin beliau masih meragukan kaumnya akan sanggup berbuat seadil beliau, betapapun alim mereka. Rakus, penuh nafsu adalah beberapa sifat dasar manusia. Karena itu ada kewajiban berpuasa bagi setiap muslim supaya dijadikan sarana untuk melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu.

Kalau mau konsisten pada nilai-nilai kesetaraan dan keadilan, sudah semestinya perempuan juga berhak memiliki suami lebih dari satu. Apalagi, kini ilmu pengetahuan sudah berkembang cukup maju. Bila dulu perempuan tak boleh memiliki suami lebih dari satu karena alasan kesulitan menentukan benih siapa yang menjadikan janin di rahimnya, toh kini sudah ada tes DNA (deoxyribonucleic acid) sebagai sarana untuk mengetahui runutan genetis. Tentu saja, hal ini patut diwacanakan.

Nah, teman-teman, itu sekilas gagasan kenapa saya kembali memproduksi kaos anti-poligami ini. Berbeda dengan yang dulu, kali ini saya hanya akan menawarkan tiga warna: merah, hitam dan biru. Kalau Anda berminat, silakan kirim email atau mencatatkan pesanan Anda, lengkap dengan pilihan ukuran dan warnanya. Harga masih sama, dipatok Rp 50 ribu per buah ditambah ongkos kirim (untuk pesanan lima kaos, gratis ongkos kirim untuk wilayah Pulau Jawa). Tersedia pula bagi Anda yang menginginkan lengan panjang, asal sanggup menambah biaya cetak sebesar Rp 5.000 per buah.

Ongkos kirim untuk kota-kota seperti Jakarta plus (Jabodetabek) dan Bandung tarifnya Rp 15 ribu, sedang Yogyakarta, Semarang dan Surabaya ongkosnya dipatok Rp 10 ribu. Semua pengiriman akan menggunakan jasa paket kilat TIKI.

Silakan tinggalkan pesan atau kirim email pribadi dengan mencantumkan nomor telepon seluler untuk pemberitahuan teknis transfer pembayaran. Untuk sementara, pemesanan periode pertama akan ditutup pada tanggal 8 Januari 2007 dan kaos akan dikirimkan mulai tanggal 10 Januari. Periode pemesanan akan dibuka sepanjang masih ada yang berminat.

===========================================================================
Pengumuman:
Berhubung masih terdapat beberapa teman yang masih menginginkan kaos PORNOGRAFI, maka saya kembali akan mencetak ulang kaos tersebut. Silakan pesan kalau Anda menginginkan (barangkali) dulu belum kesampaian
===========================================================================

Anti-RUU Pornografi

Dear friends…
To the point
saja, aku sedang jualan kaos (lihat foto di bawah ini). Ya, itung-itung merealisasikan cita-cita menjadi pedagang, walau masih berskala kecil-kecilan. Cuma, mohon maaf kalau hasrat berdagangku terkesan memanipulasi, eh… memanfaatkan moment prokontra RUU Anti-Pornografi yang sableng dan tak masuk akal itu (walau dalam hati kecilku sebenarnya masih curiga, jangan-jangan pemunculan RUU itu sesungguhnya merupakan agenda tersembunyi, yang sesungguhnya ‘hanya’ untuk melihat seberapa besar kelompok militan Islam di Indonesia kontemporer! Tahu kan, siapa yang jagoan begituan?)

Kembali ke soal dagangan, percayalah. Kaosnya bagus, berbahan katun (dijamin bukan transgenik). Desain? Silakan lihat sendiri… Aku sih kuatir saja, andai RUU Anti-Pornografi itu disahkan, situs bersejarah seperti Candu Sukuh yang dibuat para ‘perupa’ jaman baheula (eh, sekitar abad XIV) akan dihancurin oleh oknum anggota laskar militan. Sebab, selain dianggap porno, bisa saja mereka berkilah sebagai upaya mencegah tindakan musyrik sebab menyembah berhala.

Nah, sekarang sampai pada inti masalahnya: kalau ingin memiliki kaos itu, silakan pesan lewat email. Harga dipatok Rp 50 ribu per buah ditambah ongkos kirim. Untuk kota-kota seperti Jakarta plus (Jabodetabek) dan Bandung tarifnya Rp 15 ribu, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya ongkosnya Rp 10 ribu. Semua pengiriman akan menggunakan jasa paket kilat TIKI.

Buruan kalau mau beli! Pesanan ditutup pada Rabu, 29 Maret 2006 dan pengiriman akan dimulai dua hari kemudian. Sekadar promosi dagang, Mas Garin Nugroho sudah memesan 20 buah, lho! (mungkin mau dipakai seragam demo Anti-RUU APP Hehehehe…………..)

Jangan lupa, setiap pemesanan silakan menyertakan pilihan warna dan ukuran (dari anak usia 3 tahun sampai yang supertambun tetap dilayani, kok). Sekali lagi, jangan lupa memberitahukan alamat pengiriman dan nomor kontaknya.

Hantu Pornografi

Jika batasan pornografi yang harus dilarang adalah suatu peristiwa, tindakan atau ekspresi yang memancing birahi, maka batasan semacam itu sama saja dengan menyederhanakan persoalan. Baik anggota parlemen atau pemerintah (dua pihak yang selalu mengklaim sebagai wakil rakyat) sampai meloloskan Rancangan Undang-undang tentang Anti-Pornografi dan Pornoaksi menjadi Undang-undang, maka tak ada salahnya kalau menyebut mereka telah mengalami kesesatan yang nyata.

Kalau yang begini memancing birahi dan dianggap pornografi, maka silakan bersekolah lagi, atau segera pergi ke psikiater

Saya yakin, bila undang-undang itu diberlakukan, maka polisi sebagai pengawal berjalannya pelaksanaan hukum akan segera dipensiun dini, atau bahkan akan dialihkan fungsinya menjadi sekadar penjaga bank, kompleks perkantoran atau petugas ronda di kampung-kampung. Sebab, perannya akan segera diambil alih oleh para anggota laskar yang berseragam militer, karena mereka akan merasa memiliki ‘mandat’ untuk menumpas berbagai macam bentuk kemaksiatan sesuai referensi yang mereka miliki.

Jadi, bila Amerika kerap diidentikkan sebagai Polisi Dunia, maka anggota laskar merupakan Polisi Moral. Sebab, mereka merasa sebagai wakil ‘resmi’ Tuhan di bumi.