Ambyar-nya Sebuah Film

Sebelum saya menyampaikan kritik alias beberapa catatan yang saya anggap penting, yang perlu Anda catat dan lakukan adalah: tonton filmnya! Mekah, I’m Coming adalah tontonan segar. Humornya cerdas!

Sempat terkecoh dengan judulnya, yang menggiring saya pada pertanyaan: film beginian kok tidak ditayangkan di bulan ramadhan, usai lebaran, atau pada musim haji?? Rupanya, itu siasat semata.

Kemeriahan dan sukacita penyambutan orang pulang berhaji adalah potret sosial. Itulah puncak manifestasi keimanan seorang muslim, yang tidak semua orang memiliki keberuntungan. Punya uang tidak otomatis terpilih (oleh Allah) untuk datang ke rumah-Nya, baitullah. Sebaliknya, Tuhan yang memiliki hak prerogatif bisa saja memanggil siapapun untuk berhaji, dengan aneka cara yang ajaib, bahkan di luar nalar. Entah tiba-tiba diajak orang mampu untuk menemani berhaji, dapat hadiah dari kantor/perusahaan, bahkan dari undian!

Emosi kita berhasil diaduk-aduk oleh Jeihan Angga, penulis naskah merangkap sutradara. Kita diajak berefleksi, dibawa masuk ke dalam suasana kebatinan yang sangat dalam, lalu dipaksa tertawa tiba-tiba. Getir.

One thought on “Ambyar-nya Sebuah Film

Leave a Reply