Antara Afi, Amien, dan Anies…

(tulisan ini sejatinya untuk status di Facebook)

afi-detikcom

https://news.detik.com/berita/d-3519093/afi-nihaya-im-sorry-im-not-perfect

Andai kontroversi tulisan berjudul “Warisan” pada status Fesbuk Afi terjadi kira-kira sepekan menjelang putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI, saya menduga Zara Zettira, Fahira Idris, Marissa Haque, hingga Anies Baswedan dan Profesor Amien Rais kok bakal ikut-ikutan berkomentar.

Tak hanya penulis-penulis blog dan media sosial, wartawan media mainstream pun seperti tak jemu-jemunya memberitakan Afi, pendukung dan penentangnya.

Terlepas dari perdebatan setuju atau menentang orisinalitas pikiran yang ditulis sebagai status perempuan muda bernama Asa Firda Inayah itu, kita bisa ‘menakar’ kelebihannya jika kita menyimak jawaban-jawaban yang dilontarkannya saat wawancara sejumlah stasiun televisi (seperti KompasTV dan MetroTV) yang disiarkan secara langsung.

Melalui jawaban yang cepat, cermat dan dengan diksi yang tak mudah diterka, kita (tepatnya SAYA!) pun seperti mendapat konfirmasi langsung atas pengakuannya bahwa sudah membaca tulisan Sigmund Freud sejak ia masih duduk di bangku SMP, yang didapatnya di perpustakaan sekolahnya. ya, SMP!!!

Saya malah kepikiran, jangan-jangan Afi juga sudah membandingkan ‘tafsir mimpi’ ala Freud dan Carl Gustav Jung sejak sebelum SMA?!? Alangkah serunya kepala sekolah atau penanggung jawab perpustakaan yang sampai kepikiran menjadi karya Freud sebagai koleksi perpustakaannya.

Andai Afi sudah berkenalan cukup intens dengan Freud, saya kian bingung melihat dia (melalui siaran televisi dan pemberitaan media utama). anak sebelia itu, kenal Freud, tapi kok masih bisa menunjukkan kemampuannya mengontrol emosi ketika menyampaikan gagasan dan keresahannya, baik secara lisan maupun tulisan???

(bandingkan jika yang menghadapi sanjungan dan bullying di berbagai media itu orang-orang sepert seperti Amien Rais, Fahira Idris atau Anies Baswedan! atau Fadli Zon, misalnya…. saya yakin, jawabannya jauh lebih seru, seperti ketika jaksa penuntut Siti Fadilah Supari menyebut enam kali transferan ke rekening Prof. Amien)

Bagi saya, kita beruntung menjumpai sosok Afi. dan, di mana-mana pasti masih ada banyak Afi, bahkan yang melebihi Afi, yang belum kita ketahui, yang bisa jadi pula akan membuat banyak orang iri (baik yang bersanding dengan dengki maupun karena benar-benar kecil hati).

Anak-anak muda seperti Afi, mestinya bukan di-bully. Sebaliknya, justru harus disemangati dan difasilitasi.

Ketika dalam sebuah wawancara di televisi ia ditanya apa yang dia impikan dalam lima tahun mendatang, Afi menjawab: “SAYA SUDAH JADI SARJANA PSIKOLOGI DAN SUDAH PUNYA BISNIS SENDIRI!!!”

Ediann!!

Eh, jangan-jangan Afi sudah memprediksi, bahwa lima tahun lagi (kira-kira dua tahun menjelang Pemilu Presiden), Indonesia sudah butuh ribuan psikolog (dan psikiater?!?) untuk disebar di banyak kota/kabupaten, yaa…..

Sudah, baca saja berita terlampir! Tak perlu malulah kita membaca status terbarunya. Memang sekarang eranya kebo nusu gudel, alias orang tua yang harus banyak belajar (menggantungkan diri) pada anak-anak.

*semoga Amien dan Anies mau berkaca pada Afi, yang tak hanya cerdas dan matang, tapi mau mengakui kalau dirinya bukanlah orang yang sempurna*

 

One thought on “Antara Afi, Amien, dan Anies…

Leave a Reply