Andai Aku Bos Rokok Kretek

rokok_WP_20160806_001

Seandainya aku jadi bos, pemilik pabrik rokok kretek seperti Djarum atau Gudang Garam, aku tak akan banyak kata untuk melawan gerakan Michael R. Bloomberg. Sebagian kekayaanku akan kupakai untuk membangun restoran-restoran nyaman di semua bandara dan stasiun kereta, terutama Bandara Soekarno-Hatta. Aku bangun restoran/kafetaria dengan fasilitas yang membuat nyaman para perokok, dengan sirkulasi udara yang tidak mengakibatkan mata merah karena asap.

Di berbagai sisi akan kupajang foto Michael Bloomberg yang menggelontorkan dana buat organisasi seperti PP Muhammadiyah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menjadi juru bicara antikretek di Indonesia. Selain Bloomberg, kupajang besar-besar foto banyak orang seperti Ignasius Jonan, lengkap dengan keterangan sepak terjangnya yang sudah sok-sokan mengharamkan merokok di stasiun, bandara dan fasilitas umum lainnya.

Dua wajah pengganggu perokok inilah yang harus dipampang besar-besar di semua sudut ruangan.

Dua wajah pengganggu perokok inilah yang harus dipampang besar-besar di semua sudut ruangan.

Wajah Tulus Abadi pun akan kupajang di tempat paling mencolok. Selain keterangan sepak terjangnya menyerang peredaran rokok dan perokok, juga ditampilkan kutipan-kutipan pernyataannya. Rakyat harus tahu.

Di restoran/kafetaria itu akan kujajakan menu-menu kuliner Nusantara, kubayar mahal chef dengan spesialisasi masakan-masakan tertentu. Yang penting semua masakan, kudapan dan minuman khas masyarakat dari Sabang sampai Merauke tersedia, dengan harga terjangkau. Sofa dan tempat-tempat duduk ergonomis menjadi prioritas, agar setiap asap yang mengepul benar-benar terasa nikmat.

Amati baik-baik: pemilik pabrik-pabrik rokok putih inilah yang sangat berkepentingan rokok kretek hancur, lalu pasarnya mereka kuasai. Begitulah watak kapitalisme global. Asal jangan lupa saja, asal perusahaan rokok putih itu dari Amerika dan Inggris. Kedua negara itu melakukan proteksi perdagangan tembakau, dan memberi subsidi petani tembakaunya. Jahat apa baik hati, mereka?

Amati baik-baik: pemilik pabrik-pabrik rokok putih inilah yang sangat berkepentingan rokok kretek hancur, lalu pasarnya mereka kuasai. Begitulah watak kapitalisme global. Asal jangan lupa saja, asal perusahaan rokok putih itu dari Amerika dan Inggris. Kedua negara itu melakukan proteksi perdagangan tembakau, dan memberi subsidi petani tembakaunya. Jahat apa baik hati, mereka?

Waiter/waitress juga akan kupilih yang terbaik, santun, tahu tata krama dan menguasai banyak bahasa daerah di Indonesia. Tentu saja, mereka akan kugaji tinggi, kalau perlu melebihi gaji resmi bulanan Tulus Abadi, atau beberapa ratus ribu lebih tinggi dari uang pensiunan menteri Jonan. Semua itu sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan terbaik mereka kepada para perokok kretek, yang telah ikut membayar cukai dan pajak, sehingga pembangunan Republik Indonesia terus berjalan.

Tanpa perokok yang baik-baik itu,  bukan tidak mungkin banyak petani gulung tikar, menjadi miskin dan melahirkan generasi-generasi tak berpendidikan, sehingga kelak menjadi beban negara, juga para presiden, gubernur, bupati/walikota, yang mau tidak mau harus menjalankan amanat konstitusi seperti termaktub dalam Pasal 34 Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di setiap restoran/kafetaria itu, tentu saja akan disediakan ruang terbuka, yang semilir anginnya bisa dinikmati oleh semua orang yang selama ini antirokok dan antiperokok demi menjaga kesehatan mereka. Ruangannya tak perlu berpengatur suhu ruangan, dengan meja dan bangku-bangku besi berbentuk memanjang. Luas ruangannya, tentu saja cukup lima persen saja dari total ruangan yang ada.

Khusus ruangan untuk kaum antirokok, akan saya pampang juga foto-foto para tokoh antirokok, termasuk para menteri kesehatan, juga nama-nama perusahaan farmasi, baik nasional maupun multinasional, lengkap dengan data angka keuntungan usaha mereka dengan cara menakut-nakuti banyak orang akan bahaya tembakau dan produk turunannya.

Gambar-gambar ini cocok dipasang di ruangan tempat kaum antirokok menikmati makan/minum mereka. Biar turut bisa merasakan....

Gambar-gambar ini cocok dipasang di ruangan tempat kaum antirokok menikmati makan/minum mereka. Biar turut bisa merasakan….

Tentu, foto-foto horor seperti jerohan manusia yang selama ini dipaksakan dicetak menonjol di kemasan rokok kretek, akan kupampang mencolok, supaya mereka bisa merasakan nikmatnya menyantap makanan Nusantara yang lezat-lezat sembari membayangkan jerohan manusia.

Sebagai orang yang sudah kaya karena tembakau, tentu saja niatku membangun restoran-restoran nyaman di setiap bandara sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan, yang telah membuatku mampu bertahan mengelola badan usaha, menjadi kaya raya, dan kebingungan mencari cara menghabiskan kekayaan yang tak kunjung berkurang, meski sudah dipotong beraneka macam jenis pajak.

Perhatikan baik-baik. Itu gambar rokok putih. Rokok putih bikinan barat itulah yang merusak. Filternya bikin orang terpapar racun. Makanya gampang modar kalau mengonsumsi rokok putih yang tembakaunya gak jelas itu.

Perhatikan baik-baik. Itu gambar rokok putih. Rokok putih bikinan barat itulah yang merusak. Filternya bikin orang terpapar racun. Makanya gampang modar kalau mengonsumsi rokok putih yang tembakaunya gak jelas itu.

Tolong beritahu aku, dimana bandara/stasiun/terminal di Indonesia yang sudah menyengsarakan para perokok! Akan kusewa, jika perlu kubeli sebanyak mungkin ruangan. Jangan kuatir dengan saya. Cukup kuatirkan saja bos Djarum, Gudang Garam dan pemilik pabrik-pabrik rokok lainnya, yang tak kunjung cerdas melawan Bloomberg, dan repot-repot melobi kanan-kiri agar sukses memproduksi dan memasarkan produk-produk mereka.

PERINGATAN: Hormati orang yang tidak merokok! Jangan merokok di dekat bayi/kanak-kanak, ibu hamil, dan di tempat-tempat umum.

Tapi jangan segan melawan orang-orang sok suci, yang menyudutkan dan berlaku diskriminatif terhadap perokok, apalagi jika berdalih HAM padahal hidupnya disokong oleh funding agency.

3 thoughts on “Andai Aku Bos Rokok Kretek

  1. Cukup menarik artikelnya, dan sepanjang sejarah adanya rokok memang kita tidak pernah menemukan orang yang meninggal gara-gara rokok .. malah banyak orang yang meninggal lagi olahraga … yang penting jaga kesehatan aja . iya ga gan ?

  2. Membahas soal rokok, memang tidak pernah berujung. Pro dan kontra, dan bagaikan buah simalakama bagi pemerintah. Tidak mudah memutuskan harus menyetop pabrik rokok atau tetap membiarkan. Dua-duanya punya sisi mata pisau yang siap “membunuh” pemerintah dengan komentar dan konsekwensinya

  3. Sedikit menambahkan bndara yang pernah saya kunjungi dengan Smooking area yang manusiawi adalah Bandala Kuala Namu Medan, smooking aera tanpa masuk restoatau cafe sudah cukup luas dan sedikit tidak menimbulkan mata merah dan pengap. Bandara Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga adalah Bandara kecil milikyang dikelola pemerintah bukan Angkasa Pura, tidak ada smooking aera di sekitar ruang tunggu. Bandar Sentani di Jayapura dan Bandara Hang Nadim di Batam, ada smooking area yang sangat tidak manusiawi, sempit dan tidak ada tempat duduknya. Di Bandara Sultan Hasanudin dan Sepinggan saya belum mendapati smooking aera yang disediakan Bandara, kalau ingin merokok ya harus masuk cafe/resto walau saya sekedar beli air mineral saja, begitu juga di Bandara Juanda, Ado Soemarmo, Adi Soecipto saya belum belum mendapati smooking aera di dalam bandara. Bandara Haluoleo Kendari ada smooking aeranya tapi sangat pengap dan bikin mata pedas. Bandar Internasional Lombok smooking aera sempit tapi tidak begitu pengap, sirkulasi udaranya bagus (mungkin pengaruh bangunan bandara baru). di Bandara Soetta terminal 1A smooking aera di taman, sangat manusiawi. Perokok juga manusia mbok di semua Bandara itu disediakan smooking aera yang layak, karena mungkin di bandara itu kita transit mungkin dengan jangka waktu lebih dari 2 jam, atau mungkin pesawat delay. Bagi perokok menunggu yang mengasikkan itu adalah dengan “udut” sambil baca buku atau ngobrol dengan penumpang lainnya yang perokok, dari pada cuma duduk di ruang tunggu sambil nonton acara tivi yang tak bermutu.. terimakasih tambahan dar saya ttg smooking aera di Bandara.

Leave a Reply