Lomba Blogging Bertema Difabilitas

Kami, keluarga besar RBI, Rumah Blogger Indonesia, sedang merancang kampanye dalam rangka turut memeriahkan perayaan Hari Disabilitas Sedunia (World Disability Day) 2015. Tahun ini, tema peringatannya Inclusion matters: access and empowerment of people of all abilities. Bentuknya beragam: ada lomba blogging, kampanye lewat pembuatan kaos yang dibagikan kepada publik, juga beragam acara seperti bazar dan pentas musik di area car free day.

Searah jarum jam: tuna daksa, tuna grahita, tuna netra, tuna rungu wicara

Searah jarum jam: tuna daksa, tuna grahita, tuna netra, tuna rungu wicara

Melalui kampanye itu, kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk bersama-sama membangkitkan solidaritas dan keberpihakan kepada kaum difabel, khususnya di Indonesia. Semakin banyak orang memiliki empati dan solidaritas, maka hak-hak difabel juga akan setara dengan mereka yang memiliki ‘kesempurnaan’ secara fisik.

Jika kesadaran demikian dimiliki semua orang, kelak akan banyak dijumpai tempat-tempat umum seperti mal, hotel, terminal, stasiun, bandara, perkantoran, sekolahan dan sebagainya, yang bisa diakses siapa saja, termasuk kaum tuna netra, tuna daksa, dan lain sebagainya. Jika itu terwujud, dunia menjadi lebih indah, bukan?

Dasarnya sih ‘sederhana’ saja: semua orang berpotensi difabel. Kelalaian orang berkendara di jalan raya, misalnya, bisa mengakibatkan diri dan/atau orang lain celaka. Bisa saja ia lumpuh permanen, buta, atau kondisi-kondisi fatal lainnya. Belum lagi kalau kita mengingat fakta bumi kita, di mana Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana. Ada gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, tanah longsor dan banyak lagi.

Gempa Klaten-Yogyakarta 2006, misalnya, telah membalik situasi ratusan ribu keluarga di kedua wilayah. Sebuah keluarga tiba-tiba beranggotakan lumpuh kaki akibat keruntuhan rumah, juga kecacatan fisik lainnya.

Karena itulah, saya ingin mengajak teman-teman untuk menceritakan pengalaman, menuliskan gagasan, atau mengisahkan profil seseorang, terkait dengan persoalan-persoalan difabilitas, melalui blog. Tentang halte yang tak aman untuk pengguna kursi roda atau kruk, misalnya, atau trotoar-trotoar bolong yang membahayakan tuna netra, dan sebagainya.

Saya yakin, tiap daerah memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Ada pemerintah kota/kabupaten yang memiliki kesadaran akan hak-hak difabel, sehingga aksesibilitas di kantor-kantor layanan umum, termasuk halte-halte, yang bisa diakses dengan mudah oleh semua jenis kekurangan fisik (difabilitas). Karena itulah, seperti Pemkot Surakarta, merasa perlu menginisiasi adanya Peraturan Daerah tentang Kesetaraan Difabel, pada 2008. Adakah kota/kabupaten dan provinsi yang memiliki Perda semacam itu?

Ada seberapa banyak rumah sakit ortopaedi atau rumah sakit khusus bedah tulang, di Indonesia? Juga, ada seberapa banyak ahli rehabilitasi medis, apalagi pusat rehabilitasi, bagi ‘difabel baru’ akibat kecelakaan atau musibah, di tiap-tiap provinsi?

Saya teringat ungkapan seorang teman aktivis difabel, yang secara berseloroh sering menyatakan begini: kecacatan (disabilitas), kan hanya perkara fisik, tapi kenapa perlakuan negara mengabaikan aspek kemanusiaannya? Mosok solusi pemberdayaan orang lumpuh hanya diajari jahit-menjahit, bukan berdasar minat dan bakat yang berdasar potensi akal-budinya? Tak bolehkah seorang difabel menjadi programmer, bahkan manajer perusahaan besar, misalnya?

Melalui tulisan ini, saya mengajak teman-teman untuk ikut lomba yang akan kami gelar hingga pertengahan Desember 2015. Insya Allah, sejumlah smartphone senilai Rp 6 jutaan hingga Rp 2 jutaan akan kami sediakan sebagai bentuk apresiasi keikutsertaan teman-teman, di manapun berada. Informasi jenis, merek dan tipe smartphone, menyusul yaa…

Dan, semoga teman-teman juga merelakan, tulisan-tulisan yang diikutkan lomba nanti, akan kami kumpulkan dalam satu website khusus, agar bisa dibaca banyak orang. Saya yakin, aneka macam tema bahasan dalam postingan itu bisa menginspirasi banyak orang, untuk berbuat apa saja, dengan derajad kemanfaatan yang beragam pula. Tentu saja, kami akan menyantumkan link ke blog masing-masing peserta.

Semoga Anda berkenan, alias tidak keberatan. Silakan mempersiapkan bahan postingan mulai sekarang. Soal gaya bahasa penyampaian, jelas akan dibebaskan, menyerahkan sepenuhnya kepada Anda, agar nyaman menulis dan enak disimak. Jika ada pertanyaan atau mau kirim URL postingan untuk diikutkan lomba, silakan dialamatkan ke rbi.bloggerindonesia@gmail.com.

Kami tunggu partisipasi Anda. Semoga tulisan Anda menginsprasi dan memotivasi orang lain untuk berbuat lebih… Bukan hanya untuk difabel semata, namun untuk kita semua. Sebab pada dasarnya, kita semua setara…

Eh, kelupaan. Jika Anda ingin turut berpartisipasi, entah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, sponsorship atau donasi, jangan ragu melayangkan kepada kami melalu email tadi.

Untuk detil aneka kegiatannya, akan segera kami beritahukan. Website khusus juga sedang dalam proses pengerjaan.

Salam…

Namun, meski temanya seputar aksesibilitas dan pemberdayaan, kami ingin mengajak semua orang untuk

Ya, diperingati setiap 3 Desember. Beberapa bentuk kegiatannya, di antaranya lomba blogging bertema difabilitas/disabilitas,

Di antaranya, kampanye kepedulian kepada difabel lomba blogging. dan

2 thoughts on “Lomba Blogging Bertema Difabilitas

Leave a Reply