Jangan Pilih Jokowi

Berikut ini hanya saran bagi Anda, para pembaca yang budiman (maupun belum budiman). Jangan pilih Joko Widodo alias Jokowi pada pemilihan presiden, nanti. Daripada menyesal, lebih baik urungkan niat saja.

Bener. Saya serius! Jangan pilih Jokowi, jika:

1) Anda ingin terwujudnya slogan “isih penak jaman ta, le? yang menjamur lewat seni,corat-coret di bak-bak truk, mobil pikap maupun stiker yang menyertai aneka mainan atau makanan anak-anak yang dijual di warung-warung kecil itu.

Sang pembuat slogan pembius itu, sejatinya mengajak pada sentralisasi kekuasaan. Semua aspek kehidupan sosial, politik, budaya, dikendalikan dikontrol oleh satu orang, yang dipimpin oleh presiden, yang juga panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Stabilitas dan kedamaian pasti akan dirasakan banyak orang. Koran, radio, televisi dan media Internet, dipastikan tak membuat gusar dan cemas orang banyak karena berita korupsi tersiar luas dan telanjang. Pemilik media, dan pekerjanya, pasti memilih menghindari dipenjara, dipanggil aparat keamanan untuk dimarahi dan ditakut-takuti, atau bahkan di-Udin-kan..

2) Anda setuju menunda proses regenerasi dan langgengnya kontrol kekuasaan pada segelintir klan keluarga. Dengan keberlanjutan tradisi dinasti, maka perputaran aset-aset ekonomi dan sumber daya (alam, manusia) tidak akan menular ke banyak orang. Jika sudah demikian, yang berdaya akan tetap leluasa memperdaya mayoritas bangsa.

Padahal, proses pembaruan sistem dan budaya politik amat dibutuhkan di negeri ini, supaya bangsa kian berdaya, tidak menjadi mangsa bangsa tetangga.

3) Anda menolak kedaulatan bangsa, dimana kedudukan kita harus setara, tidak diatur-atur bangsa tetangga, atau bahkan pengusaha, yang memaksa kita beli perlengkapan angkatan bersenjata dari negeri tertentu, tidak boleh bikin sendiri, dan seterusnya.

—bersambung—

8 thoughts on “Jangan Pilih Jokowi

Leave a Reply