Polisi dan Demokrasi

Sedih betuk menyimak pemberitaan tentang polisi yang tak bisa jamin keamanan kelangsungan sebuah diskusi. Para jenderal hingga perwira pertamanya harus segera direformasi cara berpikirnya.

Kebebasan berdiskusi sama halnya kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat yang dijamin konstitusi. Jika itu tak terwujud, nyata sudah pertanda, demokrasi di negeri ini akan segera mati.

Soal bahaya/tidaknya ideologi atau hasil pemikiran, biarkan sejarah yang membuktikan. Dan biarkan publik yang menilai. Tak perlu otoritas penafsir tunggal, yakni aparatus keamanan.

Tugas polisi hanya menjaga ketertiban dan keamanan setiap warga negara di Indonesia. Mereka wajib menjamin rasa aman, supaya kehidupan berjalan sesuai kodrat alamiahnya. Jika diskusi saja ditakuti, dan rakyat yang tak berseragam dianggap lebih bodoh dari mereka, mau dibawa kemana negeri ini?

Politikus di Senayan, pun lupa tugasnya mengontrol alat-alat negara. Jika terdapat makin banyak (maaf) ‘polisi picik’, mereka pun harus turut bertanggung jawab. Sebab kelalaian mereka, kesetimbangan sosial jadi timpang, berat sebelah.

Pelarangan diskusi buku (politik) hanya ‘pantas’ dilakukan ABRI dan Orde Baru, bukan oleh sistem ketatanegaraan yang bersemangat reformasi, pembaruan di semua sektor kehidupan dari corak dan watak sebelumnya.

Politikus di Senayan harus tegas menyikapi situasi aneh seperti sekarang ini. Kapolri, Kapolda dan Kapolres di masing-masing kota yang suka melarang diskusi, harus dipanggil dan diklarifikasi langsung. Minta semuanya memaparkan argumentasi dan hasil analisis intelijen mereka secara langsung, bukan berjenjang atau diwakili satu-dua petinggi saja.

Itu penting untuk mengetahui latar belakang sikap mereka yang melarang diskusi. Penyelenggara diskusi pun perlu ditanya dan diminta paparkan apa yang dialaminya, siapa yang mengintimidasi mereka dan seterusnya.

Jika aparat kepolisian masih picik menyikapi dinamika jaman, masa depan bangsa dan negaralah yang bakal jadi taruhan. Dan, kita akan kian jauh tertinggal dari gerak maju pembangunan dan perubahan, baik di tingkat regional maupun global.

One thought on “Polisi dan Demokrasi

Leave a Reply