Politikus Pemilik Pohon

Banyak pohon di Solo, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo dan sekitarnya, kini seperti jadi milik politikus. Ada banyak nama tertempel, berjajar, lengkap dengan fotonya. Sampah visual hanyalah sebutan usil kelompok manusia, yang faktanyavmemang jauh lebih beradab dan punya selera estetika lebih baik, dibanding para politikus.

Ada nama, asal partai dan nomor urut terpampang dalam materi iklan berbahan akrilik. Foto wajahnya dipermak habis, lantas ditambahi slogan dan janji. Ada yang ngaku bersih, tidak korupsi. Ada yang menuliskan keberpihakan pada rakyat kecil. Semua serba baik, serba indah. Tapi, lagi-lagi itu semua baru janji.

Dan, di antara para politikus yang mengadu untung berharap terpilih jadi legislator, yang paling menonjol adalah Arianti Dewi. Ia menyebut diri sebagai AD3.

Berharap mulus melenggang ke gedung DPR di Senayan, AD3 benar-benar paling royal membuang duit, demi menandai bahwa pepohonan di pinggir jalan raya maupun jalan kampung, adalah miliknya.

Arianti lupa, bahwa dengan menjadi legislator, maka ia harus jadi teladan. Mestinya, ia tak mengotori lingkungan dengan pamer nama dan foto wajahnya. Lebih baik, dana besar yang ia belanjakan untuk belanja plastik dan bambu itu dialihkan jadi dana bergulir untuk masyarakat agar bermanfaat untuk perbaikan perekonomian mereka.

Sejujurnya, saya lebih suka mengajak orang untuk tak memilih calon legislatir yang kelewat narsis, miskin empati.

Apalagi, ketentuan KPU sudah jelas, alat peraga kampanye sengaja dibatasi, misalnya satu baliho untuk satu kecamatan, dan sebagainya. Spiritnya, supaya kandidat legislator lebih banyak bertatap muka dengan publiknya, tidak jor-joran mengumbar harta. Kasihan caleg-caleg yang baik, potensial, tapi miskin dana kampanye.

50 thoughts on “Politikus Pemilik Pohon

  1. “…, saya lebih suka mengajak orang untuk tak memilih calon legislatir yang kelewat narsis, …” :mrgrren:
    Saya juga lebih suka untuk tidak meng-klik pengkomen yang kelewat nyampah .. hahahaha…

    hihihi…. sama… mau kubersihkan juga, kok…
    /blt/

  2. Sudah lama tidak mampir kesini, hehe kangen dengan tulisan2 pakdhe Blontankpoer.
    Di daerah saya, Pemalang, sampah visual ditertibkan oleh temen-temen Satpolpp eh diprotesin sama caleg-caleg pakdhe. 🙂

Leave a Reply