Good Bye, ABC…

Inginnya bertahan, tapi tak sanggup. Jadi, saya memilih tidak mau lagi terlibat di ASEAN Blogger Community (ABC). Gelaran ASEAN Blogger Festival 2013 di Solo adalah puncak gela, kecewa.

Tapi harap dicatat, saya memilih menuliskan di sini sekalian biar terbuka. Dulu, November 2011 saya pernah nulis Oh, Nasibmu ABC, yang intinya menarik diri dari ABC. Namun, dalam perjalanan kemudian, saya ‘kembali’ lagi, maunya membantu guru dan sahabat, Pak Hazairin Pohan yang menginisiasi kelahiran ABC. Dalam konteks relasi antarbangsa, saya menyukai dan menyetujuinya.

Tapi, sekali lagi, rasa gela bukan kepada Pak Pohan atau Kementerian Luar Negeri. Bagi saya, tak ada kekurangan atau cacat, baik secara individual maupun institusional di sana. Singkat kata, sejauh pengalaman bergaul dengan beliau-beliau, saya tak menemukan bukti atau petunjuk, bahwa korps pegawai negeri itu gak asik, berbelit-belit. Saya berani menyebut profesionalisme layaknya karyawan perusahaan swasta bonafide. Demi Allah, ini tulus.

Dan, justru karena tahu kebaikan mereka-mereka di Kemenlu itulah, saya menjadi kelewat sayang terhadap ABC, sebab manfaatnya akan banyak jika dikelola secara optimal. Kang Iman Brotoseno sebagai Ketua/Presiden ABC chapter Indonesia kelewat sibuk, sehingga praktis tidak banyak terlibat ke hal-hal teknis.

Padahal, pada soal-soal teknis itulah kerap muncul masalah. Mestinya bisa jadi ajang pembelajaran, namun ujungnya kurang menarik (menurut pandangan subyektif saya).

Contoh, menjelang gelaran serupa di Bali pada 2011, saya bereaksi keras, hingga memilih mundur dari hiruk-pikuk penyelenggaraan. Dan benar feeling saya, kontroversi muncul pada saat dan seusai pelaksanaan. Meski demikian, secara pribadi, saya tetap berhubungan dengan ‘panitia-panitia ABC’ serta sejumlah personil di Kemenlu, terutama Pak Pohan, yang merupakan mitra diskusi yang asik, dan bahkan banyak memberi ilmu dan pengalaman.

Hingga, akhirnya tiba pada suatu masa, bikin gelaran serupa di Solo.  Ya, yang kemarin itu…

Singkat cerita, konsep acara dan tema utama, lahir dari diskusi intens secara informal dengan Pak Pohan, hingga kemudian bisa dikawinkan dengan event di Kota Bengawan. Klop! Saya pun berharap, pertemuan regional yang dihadiri blogger dari berbagai kota di Indonesia dan negara-negara ASEAN, itu bisa bermanfaat bagi ajang kopdar nasional, sebab acara serupa sudah agak surut dan jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Bahwa secara umum penyelenggaraan cukup memuaskan berbagai pihak, terutama Kemenlu, Pemerintah Kota Surakarta, sponsor utama dan sebagian besar peserta, saya pribadi (dan teman-teman blogger Bengawan) memiliki catatan tersendiri. Intinya, kami gagal melayani para tamu, yakni para peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Tapi, di antara keluarga besar Bengawan, sayalah yang secara subyektif merasa paling gela, kecewa. Malu rasanya masih bergabung di ASEAN Blogger Community namun tak bisa memberi kontribusi memadai bagi komunitas, juga jejaring dan mitranya.

Kang Iman, Pak Pohan, Mas Aji dan Pak Dirjen Kerjasama ASEAN, saya mohon maaf, tak bisa dan tak mau lagi terlibat di kegiatan-kegiatan ‘berbaju’ ABC. Di luar itu, Insya Allah saya masih mau meski harus menimbang-nimbang terlebih dahulu. Intinya, selama itu untuk kepentingan bangsa dan negara serta relasi positif antarbangsa, saya akan mendukungnya.

Saya sadar betul, tulisan ini tak enak dibaca. Untuk itu, biarlah saya menanggung semua konsekwensinya. Saya sangat siap sepenuhnya.

Mohon maaf, saya pamit. Good Bye, ABC…. *sementara, saya mau singgah di XYZ saja*

-BLT-

9 thoughts on “Good Bye, ABC…

  1. padahal kalau dibaca dari blog blog peserta yang ikut, mereka menyatakan acaranya baik baik saja. Ah, memang lebih enak ngeblog aja ga usah mikir yang aneh aneh…

  2. yg penting tetep semangat ngeblog. Kalo mau kumpul2, mending ga usah bawa2 merek mungkin ya. Kumpul ya kumpul aja. Malah lebih akrab walau tanpa konsep #eh

Leave a Reply