Bersabar atau Terbang

Terbanglah jika tak sabar berada di belakangnya. Apalagi jika Anda dikejar sebuah urusan yang harus segera dibereskan. Begitulah makna pesan di bak truk.

Foto  di atas merupakan truk kedua yang saya jumpai memajang kalimat serupa. Yang pertama adalah truk pengangkut pasir dari sekitar Gunung Merapi, yang selalu berjalan lambat karena muatan kelewat sarat. Jalur Klaten-Solo atau Magelang-Semarang termasuk dua jalan utama yang selalu dilewati truk-truk pengangkut pasir. Biasanya berjalan lambat, kisarannya pada kecepatan 40 km/jam.

Berhubung keduanya jalur padat, yang kadang dua hingga lima truk berjalan berurutan, maka tak mudah bagi pengendara lain untuk mendahului, apalagi di jalur Magelang-Semarang yang jalannya tak seberapa lebar, banyak tikungan dan turunan/tanjakan.

Maka, nasihat di bak truk menjadi relevan direnungkan. Apalagi, sopir truk pasir selalu risih jika kendaraan di belakangnya dikemudikan orang tak sabaran, sehingga main pencet klakson sembarangan.

Jika Anda termasuk orang tak sabaran, maburo, silakan terbang saja!

5 thoughts on “Bersabar atau Terbang

  1. Iya emang suka geregetan juga sih kalau lagi berkendara, dan didepannya ada truk seperti pada gambar. Kalau saya ada di posisi belakang truk biasanya saya menjauhi dengan memperlambat perjalanan. Tapi itu juga kalau sedang nggak dikejar waktu.
    😀

  2. kalau dibelakang truk seperti ini, memang tidak enak. bukan karena lambat, tapi pemandangan terhadap jalan jadi berkurang dan bisa mengurangi tingkat keawasan mengemudi. Jadi sering kepinginnya nyusul terus..

Leave a Reply