Utang Parkir

image

Dua ribu rupiah bukan satuan besar bagi kebanyakan orang di jaman sekarang. Tapi memaksa penjaga parkir nombok ribuan rupiah dari gaji harian yang tak sampai Rp 25.000 sehari, termasuk dholib, biadab. Beberapa orang yang memarkir sepeda motornya di Stasiun Purwosari, Solo, suka memaksa tidak bayar dengan beragam dalih.

Menurut Joko, sang juru parkir, ada beragam dalih dan modus yang disampaikan pengguna jasa parkir. Ada yang sengaja memepetkan waktu masuk area parkir dengan jadwal keberangkatan kereta. Ada juga yang menyodorkan uang Rp 100.000 untuk membayar bea parkir sebesar Rp 2.000.

“Ada yang langsung teriak duitnya seratus ribuan, tanpa menunjukkan uang, lalu tergesa-gesa memarkir kendaraannya,” ujar Joko.

Ia bisa memaklumi jika yang tergesa-gesa agar tak ketinggalan kereta adalah orang yang sudah dikenali. Setahun bekerja di sana, Joko relatif hafal mana yang pelanggan dan yang bukan. Bagi pelanggan (terutama pengguna KA Prameks), biasa membayar sepulang dari bepergian ketika tergesa-gesa mengejar agar tak tertinggal oleh kereta.

Celakanya,  jika pelakunya bukan pelanggan, biasanya bermotif tidak mau bayar, dengan cara berpura-pura tak punya uang receh dan sebagainya. Padahal, jika dalam sehari ada lima pengguna jasa parkir tidak membayar bea parkir, maka Joko dan teman-temannya akan nombok setoran. Padahal, para penjaga berhonorarium (menurut perkiraan saya) Rp 25.000/hari.

“Kami menyetor sesuai jumlah karcis yang dikeluarkan,” ujar Joko.

 

4 thoughts on “Utang Parkir

  1. DV

    Saya sebenernya capek mengomentari konflik horizontal seperti ini.
    Bayangkan jika negara peduli. Bayangkan jika pulisi tak terlalu sibuk ngetem… bayangkan kalau hal beginian diangkat dan dibenahi, semua bakal baik-baik saja.

    Yang dholib itu negaranya… sayangnya…

  2. iya padahal sudah di bantu jagain, masih ada aja yang tidak mau bayar ya..

    kadang kadang sebentar lagi polisi datang minta persekot juga… hehehehe makin kurang deh 25,000nya…

  3. Mesa’ke nek nganti nombok ya Pakdhe. Lah kadang saya keselnya kalo sama tukang parkir yang tarifnya Rp 1.000 tapi kadang tidak mau memberi kembalian ketika membayar dengan uang Rp 2.000. 😀 hehe.

Leave a Reply