Saran untuk Presiden

Melalui video seperti saya sertakan di postingan ini, saya ingin berkomunikasi langsung dengan Presiden SBY. Saya menyarankan agar Pak SBY sebagai Presiden, Panglima Tertinggi Negara Republik Indonesia mengambil tegas untuk memberantas korupsi. Saran saya, menyatakan negara dalam keadaan darurat.

Dengan dinyatakan dalam keadaan darurat, Presiden bisa bertindak secara โ€˜otoriter yang dibolehkan konstitusiโ€™, sebab korupsi merupakan pokok masalah yang kian membawa bangsa Indonesia dalam kehancuran. Kini situasinya sudah genting. Rakyat tak ada yang percaya lagi pada hukum, lantaran para hamba hukumnya nyaris tak ada yang bisa diharapkan. KPK sekalipun, menjadi macan ompong. Terbukti, perkara yang ditangani hanya sedikit yang beres dan melegakan sebab dianggap publik sudah memenuhi rasa keadilan.

Konkretnya, rakyat dipersilakan mengambil langkah hukumnya sendiri, sejak menangkap dan memenjarakan koruptor tanpa proses peradilan, hingga pemenjaraan yang ditunggui rakyat. Intinya, sipir sama saja dengan aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, tak bisa diharapkan. Mereka dinonaktifkan setahun, semua diserahkan rakyat.

Payung hukum (darurat) seperti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang bisa dibuat, di mana rakyat yang menangkap koruptor tak boleh menyakiti, menganiaya, apalagi membunuh. Namun, diperbolehkan memberi โ€˜bonusโ€™, yakni boleh mengarak koruptor keliling kota, supaya malu lantas jera.

Para koruptor yang ditangkap tak diberi hak menggugat dengan alasan pencemaran nama baik atau perbuatan tak menyenangkan. Pencurian uang rakyat yang mereka lakukan sudah membuktikan, mereka tak punya lagi hak menyandang nama baik.

Rakyat diasumsikan memiliki mekanismenya sendiri, termasuk kearifan dan kejujuran menilai, siapa saja pejabat yang korup di wilayahnya. Indikatornya banyak dan sederhana. Semua orang bisa merasakannya.

Satu prinsip moralitas yang pantas dijadikan pedoman, adalah para koruptor telah menjarah hak publik untuk hidup lebih sejahtera dan nyaman. Padahal, mereka digaji dengan keringat rakyat dan kekayaan alam milik rakyat, serta hutang (luar negeri) yang cicilannya dibayar oleh rakyat. Oleh sebab itu, rakyat berhak mengamankan haknya, agar tak kian terpuruk karena tetap mencicil utang, sementara kekayaan dan duit hasil utang dirampok oleh orang-orang yang diberi hak/mandat mengelola negara.

Sederhananya, cuma begitu saja. Presiden bersih tangannya, tapi efektif hasilnya karena yang melakukan adalah rakytanya semua. Orang akan menjadi takut mencuri. Jera.

15 thoughts on “Saran untuk Presiden

  1. ayu

    saya setuju dengan sarannya!!!
    tlg untuk para petinggi jgan tutup telinga kalian!!
    dengarkan suara dari dalam goa!!
    goa yg penuh lumut kebosanan..!!
    seperti kata bang iwan fals…:)

  2. saya ingin sampaikan saran untuk kepentingan negara dan rakya Indonesia demi kemajuan negaraku.
    Saya sarankan dari SIM bisa di kembangkan untuk kepentingan negara dan rakya nasional Indonesia, SIM bisa di pecah jadi 5/6 SIM bermotor cotoh
    1 Taxi argo. 2 taxi angkot. 3 mini bus. 4 bus. 5 teronton. 6 trailer gandingan.contoh 1sampai 6 bisa di gandakan sim misal nya (sim BII umum sim BII trailer). (Sim A umum taxi). (Sim B I umum damtruk).(sim BII umum sim bus long) 100ribu sampai 5/6 ratus ribu kali se Indonesi sudah menambah keuangan negara.bagi yang sim 5/6 ratus ribu sudah bekerja diperusahan ada bantuan dari perusan separuh dan memudahkan pekerja dan negara muda-mudahan ada pihak pemerentah bisa merumus kan dan bisa menerap kan secepat nya terima kasih azman tarakan

  3. Saya cuma mikir, udah berapa banyak saran untuk Pak Pres ya? Apa semuanya masuk tong sampah sebelum terbaca? ๐Ÿ™

    kalau sebaliknya, gimana? jika ternyata dari lingkaran terdekat tak ada yang berani ngasih saran, piye?
    /blt/

  4. aduhhh, lagi pengen lihat videonya eh ternyata warnet sini gak ada soundnya :((
    pokoke semoga doane pakdhe terdenger, paling ora kupinge mbenging

    hush! doanya yang baik-baik saja…..
    /blt/

Leave a Reply