Mudik Manja, Berselancar di Kereta

Ketika membaca berita PT XL Axiata Tbk. menyediakan fasilitas wi-fi di seluruh rangkaian gerbong KA Argo Bromo Anggrek New Image, sejatinya saya tak kaget-kaget amat. Layanan demikian malah pantas disebut sebagai keniscayaan yang bisa diabaikan PT KAI sebagai operator tunggal layanan kereta api di Indonesia. Apalagi jenis Argo menjadi moda transportasi darat paling mewah saat ini. Lumrah jika pengguna menuntut kenyamanan lebih karena mahalnya harga tiket.

Kita tahu, kereta api termasuk moda paling diminati lantaran kelebihannya terletak pada ketepatan waktu dibanding angkutan umum darat seperti bus. Molornya jadwal tiba kereta api masih bisa ‘dimaklumi’ dibanding bus atau angkutan travel karena situasi lalu lintas yang tak bisa ditebak, selain akibat kondisi aspal jalan yang kebanyakan tak ramah bagi pengguna. Di sisi lain, meski tarifnya kian terjangkau, tak semua orang merasa nyaman naik pesawat terbang.

Maka, klop sudah sudah ketika XL Axiata sebagai penyedia bandwidth memasang fasilitas wi-fi di Argo Bromo Anggrek New Image, yang akan dimulai awal Agustus 2011. Semalaman menempuh perjalanan Surabaya-Jakarta atau sebaliknya, menjadi tak terasa panjang jika di kereta masih bisa bekerja dengan laptop atau perangkat gadget-nya. Bagi yang sulit tidur di perjalanan, juga bisa memanfaatkan waktu untuk mencari aneka informasi, atau main game online jika suka.

Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito (kiri) dan Direktur Commerce XL – Nicanor V Santiago yang sama-sama mengenakan topi masinis mengapit Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi saat meresmikan kerjasama PT. KAI dan PT. XL Axiata di Jakarta. (Foto: http://kereta-api.co.id)

Sebagai pengguna XL sejak 1999, saya merasakan layanan yang kian murah dari operator yang satu ini. Pada 2008, misalnya, saya online sepanjang perjalanan Jakarta-Solo. Hanya di sekitar Indramayu, sekitar 40 menit menjelang Cirebon, koneksi data sempat menghilang selama sepuluh menit. Mungkin saya memasuki kawasan blank spot. Dengan modem Bandluxe C100s dari XL yang terhubung dengan laptop, saya tahu di mana saja terdapat sinyal GPRS, EDGE, 3G hingga HSDPA karena indikator warna yang ditunjukkan oleh modem.

Uniknya, pada posisi EDGE yang mendominasi sinyal selama perjalanan, koneksi data tetap kencang. Messenger-an tetap lancar, buka Facebook dan berselancar pun bisa buka dua hingga tiga jendela sekaligus. Sebagai orang yang susah tidur, saya beruntung bisa  ngobrol dengan beberapa teman, sesama kaum nokturnal.

Perjalanan yang mirip tes jaringan XL ketika itu, sekaligus merayakan ‘keramahan’ Argo Dwipangga, yang belum lama menyediakan colokan listrik, yang saat itu cuma satu terminal (kini dua terminal) di samping tempat duduk. Sebuah kemewahan bagi siapa saja, karena dinginnya suhu ruangan akan menggerus ketahanan baterai menyimpan energi listrik.

Memang beruntung bagi penumpang Argo Bromo New Image yang bakal terlebih dahulu menikmati wi-fi di dalam gerbong kereta api. Apalagi, sampai diberi tambahan alat penguat sinyal segala, sehingga perpindahan dari satu BTS ke BTS lain tak terasa berjeda, alias nyambung terusss…..

Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito mencoba layanan telepon umum gratis XL di Stasiun Gambir yang didampingi Presdir PT XL Axiata Tbk., Hasnul Suhaimi (kanan). (Foto: http://kereta-api.co.id)

Tetapi, bagi pengguna kereta api kelas eksekutif selain Argo Bromo yang ber-wi-fi, Anda tak perlu kuatir kehilangan koneksi internet sepanjang masih gadget-nya menggunakan XL, atau modem yang tersambung ke laptop terisi kartu biru itu. Selain banyak tambahan BTS untuk melayani Anda pada saat mudik maupun saat arus balik Lebaran nanti, kapasitas sambungannya pun ditambah. Menurut data perusahaan tersebut, saat menjelang dan sesudah lebaran, nyaris semua pengguna layanannya pulang kampung, sehingga kapasitas layanannya pun dipindahkan di sepanjang jalur mudik, setidaknya untuk sementara.

***

Ngecap atau tidak, silakan Anda menilai. Tapi menggunakan layanan operator seluler yang satu ini, saya cukup puas. Hampir untuk semua jenis perangkat, baik yang bergerak maupun menetap, saya memilikinya dan sudah menggunakannya. Dengan modem yang saya sebut di atas, saya pernah dimudahkan ketika harus mengirim laporan tulisan maupun foto dari daerah terpencil di lereng Gunung Lawu, yang jika harus bolak-balik ke Solo, saya membuang waktu minimal dua jam. Dengan koneksi GPRS saja, saya berhasil mengunggah 4 megabita file foto dalam satu jam, empat tahun silam.

Mungkin banyak orang tidak tahu, bahwa operator yang satu ini bisa dikatakan ‘terlalu dini’ main di gelombang elektromagnetik. Saya ingat betul pada 1997-1999, ketika sejumlah ISP melayani pelanggan korporat dengan kabel JAMUS, XL sudah menyewakan sistem wi-fi, sehingga production cost lebih murah. Ada satu ISP besar yang menjadi pionir internet di Indonesia, bahkan menggunakan layanan itu untuk melayani pelanggan korporat maupun usaha-usaha warung internet (warnet) yang letaknya berjauhan dengan kantor cabang ISP itu.

Persahabatan XL dengan PT KAI pun, setahu saya sudah berlangsung sejak akhir 1990-an, ketika XL membangun BTS-BTS di sepanjang jalur kereta api di Jawa. Tentu, hal tersebut termasuk gagasan brilian dan jitu, ketika operator lain, mungkin berkonsentrasi di kota-kota besar yang padat penduduk dan memiliki potensi pasar yang besar.

Jadi, apa yang sekarang bisa dinikmati banyak orang, termasuk pengalaman saya terkoneksi dengan Internet di sepanjang jalur kereta api Jakarta-Solo tiga tahun silam, bukanlah peristiwa besar. Bahwa kini PT XL Axiata memamerkan teknologi wi-fi di kereta api, sejatinya hanya memanen buah dari pepohonan yang ditanamnya sejak belasan tahun silam itu, ketika yang lain, berpikir masa depan pun, barangkali belum.

Tampak luar gerbong KA Argo Bromo Anggrek New Image (Foto: http://kereta-api.co.id)

Yang membuat saya penasaran, apakah penumpang Argo Bromo Anggrek New Image sudah bisa menggunakan kartu kredit untuk transaksi di atas kereta? Koneksi internet sudah memungkinkan di gerbong restorasi dipasangi alat transaksi elektronik. Asal tahu saja, belanja di kereta dengan menggunakan kartu kredit sudah bisa dilayani KA Gajayana (Malang-Jakarta), sejak setahun silam. Saya sudah mencatatnya di blog ini pada pertengahan April 2010. Akan melengkapi kemewahannya, jika Argo Bromo Anggrek New Image juga sudah melengkapi fasilitas serupa, sehingga pelanggan kian dimanjakan kebutuhannya.

***

Intinya, peresmian kerjasama PT XL Axiata Tbk. dengan PT KAI yang meluncurkan Argo Bromo Anggrek New Image sebagai kereta berfasilitas wi-fi serta fasilitas telepon umum gratis (TUG) di sejumlah stasiun (Gambir, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya) hanyalah penegasan semata, karena secara teknis, memang sudah tersedia sejak jauh-jauh hari sebelum ramadhan dan lebaran mendatang. Teman-teman blogger peserta XLNetRally yang berkereta dari Jakarta ke Semarang dalam rangka uji coba kesiapan jaringan XL menjelang ramadhan dan lebaran pasti sudah bisa mencecap buah keberhasilan itu.

Restorasi yang nyaman, dengann fasilitas karaoke dan kemudahan membayar dengan menggunakan kartu kredit

Bagi komunikasi suara dan data, tak perlu kuatir menghadapi penumpukan pengguna di suatu area berdekatan pada ramadhan dan lebaran besok. Perkiraan akan terjadinya lonjakan traffic hingga 30 persen dibanding rata-rata harian, bakal mampu diatasi oleh 24 ribu BTS 2G dan 3G dan jaringan fiber optic yang terbentang di sepanjang Pula Jawa, dan tersambung melalui kabel bawah laut yang menghubungkan Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi.

Khusus pengguna BlackBerry, kini XL juga telah meningkatkan kapasitas bandwidth secara langsung ke RIM dari 1,6 Gbps menjadi 2 Gbps. Proses penambahan bandwidth tersebut melalui dua penyedia layanan infrastruktur yang berbeda, sehingga XL menjadi satu-satunya operator di Indonesia yang terkoneksi  ke RIM dengan dual carrier partner.

Kini, XL melayani lalu lintas percakapan rata-rata 530 juta menit setiap hari, SMS mencapai 630 juta pesan dan data hingga 33 terabita. Selain itu, saat ini XL memiliki bandwidth Internet International dengan kapasitas 650 Mbps yang bisa di-upgrade setiap saat untuk berbagai macam keperluan layanan Internet, baik untuk pelanggan corporate maupun reguler.

3 thoughts on “Mudik Manja, Berselancar di Kereta

  1. DV

    Aku pengen nyoba… konon di USA sana beberapa layanan low fare flight sudah menerapkan wifi di udara. Indonesia kapan ya?
    .-= DV´s last blog ..Salam damai =-.
    kalau tak salah, Mandala CGK-JOG pernah punya layanan wifi di udara. temanku cerita, ia pernah gunakan itu sebelum tutup rute…waktu itu di pesawat Airbus 319….
    /blt/

Leave a Reply