Cek Sinyal Sambil Wisata

Sabtu-Minggu, 23-24 Juli, saya bersama Andre dan Dafhy, seorang blogger Kotareyog, Ponorogo menjajal kondisi ketersediaan koneksi Internet jaringan XL Axiata, sepanjang jalur Solo-Semarang. Tiga jenis perangkat berkartu XL saya bawa: handphone jadul untuk voice, BlackBerry untuk Twitter-an dan iPad untuk browsing sambil memantau rute lewat aplikasi Google Map.

Soal suara, lancar jaya. Telepon jernih, murah tanpa putus bisa saya nikmati. Koneksi data BlackBerry beberapa kali muncul notifikasi hilang sinyal. Tapi saya ragu, itu murni karena koneksi atau sebab lain di gadget, sebab beberapa teman yang menggunakan jenis Gemini kerap panas hati, sering jumpa notifikasi seperti begini.

iPad pun saya ragu kemampuannya menangkap sinyal. Berdasar pengalaman di Kota Solo saja, di daerah-daerah yang terdeteksi 3G jika menggunakan modem, hanya terbaca E alias EDGE di iPad. Tapi yang pasti, selepas Kota Boyolali menjelang Ampel, hampir delapan menit benar-benar tanpa koneksi, padahal aman-aman saja pada BlackBerry.

Suasana piknik, di dalam bus tak berdesak-desakan....

Ketika saya menceritakan hal itu kepada seorang teman dari XL yang turut mendampingi event XLNetRally, ia membenarkan ada lemah sinyal di sana, sehingga menjelang musim mudik nanti, akan ditempatkan mobile BTS di Ampel. Sebuah jawaban yang melegakan, walau sejatinya untuk BlackBerry tak terkendala.

Pentingnya ketersediaan cakupan Internet, sepertinya memang tak bisa dihindari untuk siapa saja di jaman moderen kini. Apalagi bagi para pemudik yang menempuh perjalanan darat nanti, entah menggunakan mobil pribadi maupun bus-bus umum. Kemacetan yang pasti akan membutuhkan penghiburan yang juga pasti. Koneksi Internet yang stabil dan tersedia sepanjang perjalanan akan sangat membantu membuang rasa bosan di kemacetan, sekaligus bisa berbagi informasi situasi jalan kepada teman yang sama-sama di perjalanan, atau berkabar kepada sanak-kerabat yang menanti kedatangan di kampung tujuan.

Lawang Sewu memang menarik sebagai obyek fotografi. Nilai sejarahnya tinggi, pengetahuan tentangnya pun berguna, baik yang resmi maupun versi tak resminya. Melengkapi cerita mistik dan keunikan arsitekturnya.

Hampir pasti, koneksi suara atau pesan SMS sudah tak ada putusnya sepanjang jalur Jawa. Tapi koneksi Internet yang bagus, sangat diharapkan para pemudik yang kebetulan pengguna aktif Twitter, Facebook dan media sosial lainnya. Dan khusus Twitter, kini memiliki peran vital lantaran efektivitasnya untuk berbagi informasi.

Akun @jalinmerapi sudah membuktikan betapa efektifnya distribusi informasi untuk menangani dampak dan korban bencana. Begitu pula @TMCPoldaMetro yang sukses menjadi guidance dan rujukan informasi situasi lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya. @pulkam yang khusus untuk berbagi informasi seputar mudik tahun lalu, pun menunjukkan suksesnya dalam arti kemanfaatannya bagi publik.

Kebetulan, saya menjadi koresponden @pulkam pada lebaran tahun lalu. Informasi tempat-tempat wisata, lokasi kuliner enak atau khas atau situasi jalan raya di seputar Solo Raya, sangat dinanti dan kerap ditanyakan. Apalagi, Solo dan sekitarnya bisa disebut pusat mudik, sehingga tak cuma jutaan orang datang, tapi dampak ikutan berupa perputaran uang menjadi sangat besar luar biasa.

***

Semarang memang dipilih menjadi titik kumpul netizen dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Ponorogo dan Surabaya. Di Semarang-lah, pemudik dari Jakarta akan memisah arah: terus menyusuri sepanjang jalur pantai utara atau ke pedalaman selatan ke tlatah bekas Mataram. XL Axiata sebagai si empunya acara menyebut pertemuan itu dengan istilah XLNetRally, karena semua undangan diminta memberi masukan mengenai kemampuan jaringan di sepanjang perjalanan.

Kesibukan peserta dan panitia XLNetRally di Hotel Gumaya, Semarang

Di Semarang, sekitar 30-an peserta hanya bergembira, kopdar bersama komunitas online di ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. Sabtu malam, kami berkumpul di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), bincang-bincang tentang informasi lalu lintas dan ketersediaan koneksi Internet maupun untuk keperluan komunikasi suara. SharingKeliling bersama tim Saling Silang malam itu, menghadirkan personil dari National Traffic Management Center atau NTMC Mabes Polri, termasuk dua ‘bintang’-nya Briptu Eka dan Briptu Avvy.

Banyak hal diperbincangkan, terutama mengenai traffic informasi jalan raya melalui jejaring Twitter yang dikelola Mabes Polri. Juga penanggung jawab penyediaan jaringan koneksi data dan suara dari PT XL Axiata Tbk. Kehadiran blogger-biker pun turut menggenapkan kemeriahan, sebab mereka menyusuri jalur pantai utara Jawa dengan berkendara motor roda dua. Masukan mengenai layanan koneksi data dan situasi jalan cukup memberi gambaran lebih transparan.

Esoknya, para peserta XLNetRally jalan-jalan mengunjungi dua obyek wisata bersejarah: Lawang Sewu di seputaran Tugu Muda dan kelenteng Sam Poo Kong di pinggir kali Simongan, lantas mengakhiri kopdar seru di warung soto Pak Man, tak jauh dari kelenteng.

***

Kuliner memang termasuk salah satu pesona wisata sebuah daerah, seperti halnya tempat-tempat wisata seperti pantai, gedung-gedung kuno, alam pegunungan, dan sebagainya. Teman-teman onliner biasa berbagi informasi lewat berbagai medium, seperti Twitter, Facebook, blog, atau situs-situs penyedia ruang penyimpan data foto atau video, yang memungkinkan dilihat oleh orang banyak.

Pasangan yang baru saja meninggalkan kompleks Klenteng Sam Poo Kong

Di situlah sebenarnya muara dari ketersediaan koneksi sebagai pelengkap teknologi yang kian canggih, kini. Foto-foto aneka rupa bisa diunggah di berbagai media, lantas dibagikan kepada khalayak mahaluas lewat Twitter atau Facebook. Teks, foto dan video adalah konten bermakna, yang memiliki baru akan memiliki daya guna ketika orang lain bisa memperoleh sesuatu setelah membaca atau menelisik pesan yang tersurat dan tersirat di sana.

Mas Didi Nugrahadi, penggiat komunitas online dan pebisnis tulen, yang ramah, baik hati dan tidak sombong. Pramuka banget!

Sebagus apapun cerita dan gagasan kita, tak berguna manakala hanya disimpan untuk koleksi pribadi semata. Sementara untuk berbagi kepada sebanyak mungkin orang, hanya internet yang memungkinkannya. Dan XL sebagai salah satu operator telekomunikasi seluler yang juga menyediakan koneksi data, sedang meminta masukan berupa fakta-fakta yang dialami pengguna/pelanggannya, demi meningkatkan performa layanannya.

Mengakhiri tulisan ini, saya punya cerita. Pada lebaran kemarin, seorang ibu dan keluarganya yang hendak mudik ke sebuah daerah di Jawa Tengah tersesat di perjalanan. Ia kian kebingungan arah ketika memilih jalur alternatif demi menghindari macet di sepanjang pantura. Dari Brebes ia memotong arah Bumiayu-Purwokerto-Banjarnegara-Wonosobo.

Di sebuah desa yang gelap gulita nan sepi itulah, si ibu kebingungan. Ia pengguna Twitter aktif dan di Jakarta, ia mengandalkan informasi dari @TMCPoldaMetro. Di tengah kebingungan, ia hanya bisa menelepon call center Polda Metro. Oleh Mas Yoka Mulyadi, salah satu dedengkot admin akun resmi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu, sang ibu diminta mencari nama desa, kecamatan dan kabupaten.

Wiwikwae, MbitMbot dan Imanbr diapit dua pasang kaki, lelaki dan perempuan... Pada mematung semuanya...

Dengan susah payah, keluarga itu menyusuri jalan hingga menemukan papan nama sekolah, sehingga koordinatnya ketahuan. Dengan mengandalkan Google Map, Pak Polisi memandu lewat saluran telepon, sehingga berakhir terbebasnya keluarga itu dari kesesatan yang nyata.

***

Ndorokakung dan Enthong di warung soto Pak Man (Brotoseno?)

Nah, sebuah tips bagi calon pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi, saya sarankan tiga hal. 1) Pilih operator telepon seluler yang memiliki kelebihan layanan koneksi data. 2) Miliki akun Twitter dan 3) Persiapkan travel charger atau inverter agar bisa digunakan untuk charging beberapa gadget sekaligus.

Dengan Twitter, Anda bisa menyimak situasi lalu lintas dan mencari informasi selama perjalanan, termasuk lokasi-lokasi istirahat yang memungkinkan Anda mendapatkan santapan enak, masjid, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) atau lokasi ATM terdekat. Follow akun-akun resmi dan tepercaya.

Untuk mendukung jaminan ketersediaan informasi, pilih operator yang menyediakan koneksi Internet tanpa putus alias nyambung terus, sebab secanggih apapun gadget Anda, tak akan bermanfaat bagi Anda tanpa koneksi memadai. Dan terakhir, sebab butuh koneksi dan selalu on, pastikan baterai selalu dalam keadaan terisi. Travel charger sudah pasti memainkan peran penting.

6 thoughts on “Cek Sinyal Sambil Wisata

  1. Sing jelas sinyal XL di Danyang Sukosari Kec.Babadan Kab.Ponorogo ndak karu2an lemotnya buat internetan, lha wong sinyale mung GSM thok, ndak nyaut GPRS, apalagi 3G :))

    tapi kalo di Sby pancen jos..

Leave a Reply