Majalah Dinding Digital

Pekan lalu, saya mendapat beberapa kejutan di Pekanbaru. Pertama, saya diajak tim InternetSehat berkunjung ke kandang Blogger Bertuah yang sedang menggelar bincang-bincang pemanfaatan blog untuk keperluan pendidikan sekaligus nonton bareng Linimas(s)a. Yang kedua, mendapat suguhan MadingOnline, karya yang tampak ‘sederhana’, namun memiliki manfaat luar biasa bagi penggunanya.

Saya sebut sederhana, lantaran teman-teman Bertuah sudah khatam soal desain dan menyiapkan isi. Sudah banyak pelajar SLTA yang jalan bersama. Teman-teman Bengawan yang sudah setahun lebih merencanakan hal serupa, hingga kini belum juga kesampaian. Dan, justru di situlah menariknya, pertemuan hari itu justru berkembang ke mana-mana.

Dalam perbincangan di sekretariat Bertuah, sempat muncul wacana membesarkan MadingOnline.Net, dengan mengajak komunitas-komunitas blogger di berbagai daerah. Bengawan pasti mau, dan saya yakin yang lain juga bersikap serupa. Blogger Ponorogo memiliki banyak anggota yang berstatus pelajar, begitu pula dengan teman-teman di Pendekar Tidar di Magelang yang sudah berulang kali menyelenggarakan lomba blog untuk pelajar, termasuk yang sedang berlangsung sekarang.

Di dunia blogging, pun banyak guru yang rajin ngeblog, seperti Pak Sawali dan Pak Marsudiyanto. Ada pula, kalau tak salah, Sang Bayang, yang juga berstatus pendidik di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Belum lagi jika para ditambah deretan para staf pengajar sungguhan seperti Pak Slamet Widodo yang menjabat salah satu Ketua Jurusan di Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Madura, atau Sam Ardi, blogger galau namun berprofesi dosen lulusan Yordania yang kini menetap di Malang.

Bisa jadi, kelak MadingOnline.Net menjadi portal ‘majalah dinding digital’ sekaligus menjadi forum tukar-menukar pengetahuan antarpelajar di tanah air. Beberapa pendidik, bisa saja menjadi ‘pengawal’ atau teman bagi tumbuhnya tunas-tunas bangsa yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Soal pengembangan, bisa ke mana-mana, seturut dengan dinamika dan gejolak intelektual para remaja.

Kopdar dadakan di Sekretariat Blogger Bertuah

Yang tua-tua, para anggota komunitas blogger, cukup tut wuri handayani, mengikuti saja ke arah mana keinginan para pelajar kita. Bisa jadi, kelak dibikin subdomain sesuai wilayah, di mana peran komunitas blogger menjadi pendamping, menginisiasi pelatihan-pelatihan blogging, menulis, atau memfasilitasi kegiatan-kegiatan penunjang yang dilakukan secara offline.

InternetSehat yang juga tertarik terlibat dalam upaya pengembangannya bisa mengambil bagian pada sisi penyediaan server dan sharing pengetahuan dan informasi seputar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, bersama-sama dengan komunitas blogger di berbagai daerah.

Komunikasi antarkomunitas yang sudah terjalin selama ini juga bisa turut kian menguat seiring dengan keterlibatan dalam usaha bersama, memberi kontribusi memajukan pendidikan. Komunitas, bisa jadi akan mengambil peran dalam pelibatan jaringan atau kemampuan mengakses individu-individu yang memiliki concern yang sama, untuk turut berbagi pengetahuan.

Saya kira, tak ada yang berat jika hal demikian bisa dilakukan secara bersama-sama. Terima kasih teman-teman Blogger Bertuah atas kerja kerasnya, yang menginspirasi banyak orang untuk turut bersama-sama mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan Indonesia.


Updated: 23 April 2011 pk. 13.00

Berangkat dari ide dasar MadingOnline, saya coba tanggapi beberapa komentar/tanggapan dari berbagai daerah, seperti SMP 3 Lembang (Sulawesi Selatan), Dwi Wahyudi (Pontianak), Elong Bujang, Suyatno, Sukadi (Slawi, Tegal), Suryaden (Yogyakarta) dan teman-teman lain, sebagai berikut:

  1. Kita tetap menempatkan Blogger Bertuah dan Kang Attayaya sebagai inisiator. Misi besar teman-teman ini akan lebih bermanfaat jika individu/komunitas dari berbagai daerah bisa bergabung, bersama-sama membesarkan. Formatnya bisa dibuat menjadi semacam portal pendidikan untuk pelajar (terutama SLTP/SLTA), di mana posting-posting dari berbagai daerah akan berada di halaman utama, sementara setiap daerah bisa dibuatkan subdomain dengan pengelolaan mandiri, namun bersinergi.
  2. Masing-masing daerah dikelola oleh komunitas blogger sebagai pendamping siswa/siswi atau pelajar, dan bersifat otonom. Pengertiannya, bisa saja setiap daerah membuat tampilan/desain sendiri-sendiri, dengan ciri lokalitasnya, namun tidak timpang dengan ciri utamanya sebagaimana tampak pada halaman utama.
  3. Pengelolaan mandiri dari setiap daerah memungkinkan setiap daerah membangun  kemitraannya sendiri sesuai kultur dan kebijakan masing-masing, termasuk bilamana memungkinkan dan ada potensi memperoleh donasi/sponsor, bisa dikelola untuk pengembangan. Setiap daerah pasti membutuhkan ‘logistik’ untuk melakukan pelatihan-pelatihan seperti menulis, fotografi, dan sebagainya.
  4. Prinsip utama yang sebaiknya dipegang teguh, menurut saya, adalah nonkomersial. Dalam arti tidak profit oriented, namun tetap bisa membedayakan diri sendiri dan komunitas demi pengembangan atau penggalian inovasi-inovasi baru.
  5. Pada dasarnya, konsep berjejaring menjadi ciri/watak utama pengembangan MadingOnline.Net. sehingga, kelak diharapkan muncul forum yang memungkinkan diskusi yang menopang minat dan bakat serta kemampuan akademis peserta. Syukur, web tersebut, kelak bisa menjadi rujukan bagi pelajar di manapun di Indonesia, sehingga proses saling belajar bisa disemai melalui forum yang bisa kita sebut sebagai ajang berbagi ini.

Sementara, begitu tanggapan dari saya. Saya berharap teman-teman bisa mengoreksi, menambahi, atau bahkan sebaliknya. Silakan saja….

Mari mendiskusikannya di sini….

20 thoughts on “Majalah Dinding Digital

  1. Kunjungan perdana nih mas, wah blognya bagus banget. Mengenai konsep mading online itu sepertinya bagus dan perlu dikembangkan, Insya Allah saya dan teman-teman akan memberikan dukungan semampunya. Salam sukses…

  2. Ternyata sudah banyak juga rekan Guru-guru yang sudah “GO BLOG”, semoga saya bisa mengikuti jejak mereka, ditunggu kunjungan berikutnya mas … ke markas Blogger Bertuah

  3. suatu hal kecil akan menjadi besar jika kita kerjakan bersama-sama
    terima kasih untuk mas blontankpoer dan komunitas Solo, internet sehat, dan seluruh komunitas blogger.
    Sapatutnya hal kecil ini kita besarkan untuk memperbaiki kualitas hidup para siswa/siswi dan seluruh jajaran pendidikan Indonesia.

Leave a Reply