3Gmerapi

Istilah 3Gmerapi disodorkan Suryaden dalam obrolan di sela makan (selepas) siang. Tiga jam pembahasan materi dan bentuk acara, semua lancar jaya, kecuali nama kegiatan. Intinya, bikin aksi untuk recovery Merapi pasca-erupsi. Ya lingkungannya, ya masyarakatnya. Sejumlah komunitas menginisiasi, lalu membuka diri bagi partisipasi.

3G merupakan akronim dari Guyub Gugur Gunung. Guyub (Jw.) itu bersama-sama, bahu-membahu. Sedang gugur gunung berpadanan dengan kerja bakti atau gotong royong guna mempercantik atau perbaikan. Secara indrawi, aktivitasnya akan tampak pada banyaknya kehadiran orang di suatu tempat secara sukarela, digerakkan oleh berat sama sipikul, ringan sama dijinjing.


Yang menjadi tuan rumah, sejatinya adalah Komunitas JalinMerapi. Beberapa komunitas lain memposisikan sebagai panyengkuyung atau tim hore, supaya event yang akan digelar Jumat, 18 Maret 2011 di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta itu kian ramai. Hore-hore, tapi bukan hura-hura. Bukan pula meratap.

Berbagai acara akan digelar, seperti aneka bazar, pentas seni Jathilan, wayangan dan pemutaran Linimas(s)a, film dokumenter (pertama di Indonesia) tentang manfaat penggunaan social media oleh publik untuk aneka tujuan. InternetSehat turut serta, begitu pula Komunitas Joglo Abang. Komunitas Blogger Bengawan juga ikut sebagai penggembira.

Ada pula lelang lukisan karya beberapa seniman yang dibuat pada hari penyelenggaraan. Beberapa foto bertema erupsi Gunung Merapi juga akan dilelang untuk publik, yang semua hasilnya akan digunakan untuk membantu recovery pasca-erupsi Gunung Merapi. Kemal Jufri, yang esai fotonya tentang Merapi memperoleh penghargaan World Press Photo tahun ini, memastikan akan menyumbangkan karyanya untuk dilelang. Juga Achmad Ibrahim, fotografer Associated Press.

Pakar Internet Indonesia, Mas Onno W Purbo juga akan hadir dan berbagi, rasan-rasan, ngobrol tentang internet dan beragam manfaat untuk kehidupan dan kemanusiaan, dan sebagainya.


Pengunjung juga diharapkan untuk membawa bibit tanaman, buku, atau apa saja yang disumbangkan, asal jangan berupa pakaian. Beberapa warga kampung-kampung di sepanjang sungai yang berhulu di Merapi, misalnya, membutuhkan handy talkie untuk bisa meng-update perkembangan. Kita tahu, lahar dingin masih belum berhenti, di musim hujan berkepanjangan kali ini.

Apapun partisipasi Anda, bahkan kehadiran untuk meramaikan acara, sudah cukup membahagiakan kami semua. Sebagian dari kami yang menginisiasi kegiatan ini, adalah kaum pengguna teknologi komunikasi, baik radio, telepon genggam, maupun internet. Tanpa peran teknologi itu, saya yakin, tak ada yang namanya JalinMerapi.

Ribuan relawan dan ratusan atau ribuan ton bantuan, mungkin tak terditstribusi seefektif kemarin. Tanpa peran aktif publik dalam berbagi informasi dari seluruh penjuru negeri (mungkin malah luar negeri), barangkali banyak yang kapiran (terbengkalai), atau mungkin celaka.  Hal ‘remeh’ seperti hewan ternak yang kelaparan karena ditinggal mengungsi, bahkan disantuni dan dirawat oleh relawan.

Memang, ketika erupsi berhenti dan pengungsi telah pulang meski harus bersusah payah membersihkan puing-puing hingga tempat berteduh tegak kembali, para korban seperti kembali harus mengatasi masalahnya sendiri. Partisipasi dan aksi peduli susut, tak semassif dulu lagi.

Event 3Gmerapi nanti, mungkin hanya jadi ajak refleksi. Meski, tak bisa dipungkiri, akan berguna bagi JalinMerapi untuk sedikit bertutur mengenai capaian hasil kerja bakti selama ini, mengurus distribusi informasi, relawan, dan bantuan dari publik, kepada yang berhak, ya para korban dampak erupsi Gunung Merapi.

Bisa jadi, teman-teman JalinMerapi juga akan berbagi informasi, mengenai apa yang masih luput dari perhatian publik awam, atau siapa di mana saja yang masih perlu ditemani. Guyub gugur gunung, sepertinya tidak boleh berhenti. Silakan kontak JalinMerapi, jika Anda ingin berpartisipasi…..

13 thoughts on “3Gmerapi

  1. DV

    Event seperti ini membawa berita hangat dari tanah air kemari, Pak Lik!
    Bosan saya dengan aksi tipu-tipu tutup muka pake topeng ala politikan-politikan itu…

  2. Tulisan yang sangat menarik pakdhe Blontank, saya sangat menyukai nya. jangan lupa berkunjung ke blogs saya, berikan komentar atau kritikan yang membangun. Terima kasih

  3. @centhunk

    pakdhe blontankpoer, kemarin saya tanya @internetsehat apakah berbayar atau tidak dan dijawab gratis. tapi gimana kalau dibikin ada tiket masuk. katakanlah rp2000/lembar. kaya pameran komputerlah. duit tiket untuk disumbangkan juga. maksud saya biar kami pengunjung berasa ikut berpartisipasi dalam menyumbang. toh, rp2000 tidak terlalu mahal, menurut saya. ini hanya sekedar usul. makasih 🙂

Leave a Reply