Ketemu Daniel Sahuleka

Bertemu Daniel Sahuleka tentu menyenangkan bagi seorang fans abal-abal.  Maka, yang terjadi kemudian hanya bincang-bincang sekadarnya, yang untungnya, dia masih bisa berbahasa Indonesia, sehingga bisa berlama-lama. Selebihnya, saya hanya menyimak solah-tingkahnya.

Serius menyimak syair Bengawan Solo lewat gadget

Ketika tiba di Hotel The Sunan, misalnya, keramahan Daniel sangat terasa. Begitu juga istrinya, Alice, yang cakap bertutur secara Bahasa Indonesia. Ia menyapa semua orang dan dengan ramah melayani beberapa orang yang ingin foto bersamanya.

Daniel dan istri berbincang ramah dengan petugas hotel

Di dalam bus yang membawa rombongan menuju Pecel Solo, misalnya, Daniel tekun mendengarkan Bengawan Solo yang dilantunkan penciptanya, almarhum Gesang. Dia ingin menyanyikan lagu itu pada konsernya di Ballroom Hotel The Sunan, Selasa (18/1) malam. “Bagaimana saya tidak menyanyikan lagu yang penciptanya sangat saya kagumi,” kata Daniel saat ditanya wartawan dalam konperensi pers.

Memilih lauk untuk nasi pecel yang biasa disantapnya di Belanda. Daniel mengaku ibunya juga pandai memasak aneka masakan Indonesia, termasuk pecel.

Rupanya, di Belanda, ibunda Daniel juga dikenal sebagai penyanyi keroncong. Maka, klop semuanya. Di Solo, ia ingin menghibur dan bersuka cita bersama. Dia menjanjikan 12 atau 13 lagu ciptaannya dengan gitar akustik yang snarnya selalu baru setiap menjelang pentas. Tapi, kata Daniel, ia tak ketat terhadap jumlah lagu atau durasi pertunjukan.

Di sela konperensi pers, misalnya, ia dengan senang hati melantunkan satu lagunya dengan petikan gitar akustik, ketika seorang wartawan mendaulatnya. Ia pun menyanyi dengan sepenuh hati, layaknya di atas panggung.

Terpesona dengan sitar Jawa dan langgam Jawa yang dilantunkan artis tradisional, sehingga Saniel merasa perlu mendokumentasikannya, sebagai kenangan sepulang dari turnya di Solo.

“Sering saya menyanyi hingga puluhan tembang, atau beberapa waktu lebih lama dari durasi yang direncanakan. Kalau audiens senang, saya akan larut dan betah menyanyi,” tuturnya.

Daniel merasa bahagia, pada pertunjukan keduanya di Kota Solo, akan bertemu dengan Koes Plus, grup legendaris Indonesia yang memiliki jutaan fans dari semua usia.

4 thoughts on “Ketemu Daniel Sahuleka

  1. wahhh jalan-jalannya seru pak… 😀 minta tanda tangan ndak ?
    .-= sibair´s last blog ..Copy Kucing =-.

    hahahaa… malah gak sempat, dna gak kepikiran minta tanda tangan tuh… tapi dia sudah mendengarkan Bengawan Solo lewat gadget-ku, kok….
    /blt/

Leave a Reply