Kicauan tentang Garuda

Andai Alvin Lie tidak berkicau, mungkin Garuda Indonesia tidak jadi bahan perbincangan, sore ini. Ada yang memaki, memuji, ada pula yang mencoba kritis dan mengambil jarak pada pokok persoalan: seorang Wakil Ketua DPR meminta Garuda yang telanjur terbang berbalik arah, demi menjemput politisi yang akan buka bersama Presiden di Cikeas.

Awalnya, sekira pukul 15.00, Alvin mengabarkan via Twitter:

GA239 SRG CGK siang ini airborne SRG normal dipaksa balik ke SRG olh KanPus GA krn ada pax yg hrs ke JKT dipanggil Pres.

Lalu, ramailah karena banyak yang terpancing untuk meneruskan pesan itu.

Pesan itu menyita perhatian sebab tak lazim sebuah penerbangan harus kembali mendarat di bandara keberangkatan, kecuali ada masalah teknis pesawat, gangguan cuaca atau hal-hal darurat lainnya. Andai menyangkut orang-perorang untuk ‘dijemput’ kembali, maka secara aturan, hanyalah mereka yang masuk kategori VVIP alias orang yang sangaaaat penting: seperti presiden, wakil presiden atau menteri.

Di dalam kicauannya, Alvin menyebut rekan separtainya, sebagai ‘pembajak’ yang mencoreng nama baik partainya karena arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan. Maka, pesan itu menjadi tampak meyakinkan. Apalagi, Alvin menceritakan adanya permintaan kantor pusat Garuda Indonesia kepada pilot, bahkan hingga memberi petunjuk adanya pemakaian frekwensi khusus untuk itu.

Persoalan lantas ‘muter-muter’, menjadi pukulan balik kepada Alvin sang pekicau, sebab ia dianggap lebay, sebab pernyataannya menyiratkan seolah-olah pesawat berbalik arah menjemput Taufik Kurniawan, legislator yang berkedudukan sebagai Wakil Ketua DPR. Hingga ramai hampir dua jam, Alvin tak kunjung mengonfirmasi perihal pernyataannya.

Dan, nasihat bijak lalu muncul: bahwa me-retweet tak boleh sembarangan. Perlu pengecekan silang seperti laiknya sebuah manajemen berita: cover both sides.

Bagi saya, se-lebay-lebay-nya Alvin, dia tak sembarangan melempar persoalan ke alam bebas semacam Twitter. Maka, saya menyebutnya sebagai ‘petunjuk awal’. Apalagi, beberapa kicauannya memberi gambaran cukup detil mengenai permintaan Taufik Kurniawan agar ‘dijemput kembali’ oleh GA-239 akibat keterlambatannya untuk check in.

Rupanya, pernyataan (petunjuk) Alvin terkonfirmasi. Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia, menyatakan kepada detikcom sebagai berikut:

“GA 239 harus terbang pukul 12.50 dan check in sudah ditutup 30 menit sebelumnya. Pak Taufik meminta kita menunggu,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto.

Jadi, usaha untuk melakukan apa yang disebut Alvin Lie sebagai pembajakan sudah terjadi. Tentu, ini mengacu pada pernyataan resmi Garuda seperti dikutip detikcom.

Dan, citra Garuda Indonesia tidak luruh karena sang pilot memilih untuk tidak memenuhi permintaan atasannya agar mendarat kembali. Ia tahu, reputasi dan profesionalisme Garuda sebagai maskapai terbaik di Indonesia harus dijaga. Apalagi, Garuda Indonesia baru saja ‘pulih citranya’ setelah dilarang terbang ke Eropa akibat penilaian buruk dari otoritas penerbangan Eropa.

Lagi pula, bagaimana manajemen lalu lintas Bandara Soekarno-Hatta tak terganggu andai penerbangan terjadwal masih bisa dipengaruhi oleh keterlambatan yang bukan karena faktor-faktor alam dan keadaan darurat lainnya? Yang passti, perilaku Taufik Kurniawan tak boleh dicontoh. Tindakan asal retweet juga mesti diubah. Supaya tidak ada lagi perkara karena retweet rusak susu sebandara.

Tentu jangan lupa pula, bahwa berkicau pun perlu pertanggungjawaban. Akurasi menjadi penting, agar tak banyak orang tersesat. Apalagi orang-orang seperti saya, yang karena lemahnya iman, masih mudah jatuh benci dan marah kepada isyarat ketidakadilan.

Mas Alvin, kali ini sampeyan baik, menyampaikan ketegasan sikap, walau kepada teman separtai. Walau ada kekurangan, seperti kata teman-teman di twitterland, sampeyan tak meminta maaf ‘hanya’ karena  kronologi perkara tak sampeyan ceritakan secara detil ketika jagad maya jadi ramai, oleh sebab kicauan sampeyan.

Kalimat berikut sangat saya suka:

walau se partai jika salahgunakan kekuasaan harus tetap ditabrak. Bahkan hrs lebih keras. Memalukan partai sih

Catatan:

Buat teman-teman yang ketinggalan isu, silakan gunakan hastag #GA239 untuk menyimak perkara Garuda ini.

Silakan simak pula, keterlambatan penerbangan lantaran menunggu  Ibas, anak Presiden SBY, yang terlambat datang. Sayang berita ini tak menjelaskan tujuan penerbangan. (updated: 07082010 14:34)


http://www.detiknews.com/read/2010/09/05/153813/1435363/10/pesawat-garuda-ngaret-3-menit-akibat-ulah-taufik-kurniawan

7 thoughts on “Kicauan tentang Garuda

  1. udah sering kejadian seperti ini, tapi umumnya sebelum pesawat take off. dengan dalih urusan negara, anggota parlemen seenaknya minta seat yg sebenernya udah diisi konsumen 😐

  2. Alvin Lie

    Terima kasih atas perhatian & tanggapan teman2.

    Ttg GA239 05Sep, apa yg saya sampaikan di Twitter bukan sekedar bualan. Tentu saya tidak berani menyampaikan sesuatu jika tidak didukung informasi akuntabel.
    Baik dari “airside” maupun “groundside”.
    Walau pada awalnya masih agak simpang siur, namun setelah semua terangkum, sudah saya luruskan kejadiannya.

    Yang jelas sempat terjadi pemanggilan kepada GA239 agar kembali (RTB) ke A Yani Semarang, walau akhirnya ditolak oleh Captain GA.

    Insiden inilah yang sy padankan dengan “Pembajakan” versi administratif.

    Jadi tidak sekedar “menunggu 3 menit”. Jika hanya menunggu 3 menit dan pax tidak bikin heboh, tentunya juga tidak akan ada reaksi apa2 karena menunggu 3 menit itu sudah SOP dan masih dalam batas kewajaran.

    Ada details yg tidak mungkin sy ungkap terbuka kpd publik, namun untuk kepentingan investigasi sy siap beberkan pada forum yang tepat.

    Demikian untuk melengkapi informasi teman-teman.
    Sekali lagi terima kasih atas perhatian & tanggapannya. Mohon maaf jika menyebabkan ketidaknyamanan.

    Salam hormat,
    Alvin Lie

    matur nuwun, Mas Alvin.
    Penjelasan panjenengan cukup memberi gambaran apa yang terjadi. Semoga tak ada lagi keraguan dan prasangka berlebihan kepada Mas Alvin…
    /blt/

  3. arikrist

    He he, memang agak heboh jadinya. Tadi coba konfirm ke Cengkareng, teman di sana malah kaget dan sontak memeriksa semua penerbangan Garuda. Lebih kaget lagi, teman tsb bilang semua penerbangan Garuda hari itu “hijau”. Dia menambahkan, RTB (REturn to Base) alias kembali ke bandara bagi sebuah penerbangan merupakan tindakan darurat yang pasti dilaporkan dan harus sangat jelas alasannya.

    terbukti kemudian, GA-239 tidak RTB. tapi bahwa ada permintaan untuk RTB dari kantor pusat Garuda terkonfirmasi, jika menyimak kalimat Pujobroto di detikcom…
    /blt/

  4. Kalau masalah RT khan sejak pengalaman berita Alm. Gesang hrsnya sdh menjadi peringatan untuk lbh berhati hati :)

    betul… untung tadi bisa re-check ke yang bersangkutan dan ada beritanya di detikcom….
    /blt/

Leave a Reply