Berbagi Cerita SharingSOLO

Saya dan teman-teman komunitas blogger Bengawan mengawali Juni dengan semangat berapi-api. Perkiraan kami, sekitar 300 blogger dan pelaku usaha mikro-kecil dan menengah (UMKM) akan berkumpul, lalu berbagi kisah-kisah indah. Ya, maraknya toko online mendorong kami untuk berbagi.

Asumsinya sederhana: teman-teman blogger sudah membuktikan manfaat penggunaan jaringan internet untuk beragam keperluan. Mulai mencari duit lewat iklan, melakukan usaha kecil-kecilan, bahkan yang bersifat gerakan/mobilisasi dukungan dan solidaritas seperti dalam kasus Bibit-Chandra, Prita Mulyasari dan balita malang, Bilqis.

Cerita-cerita itulah yang ingin kami bagi dalam event yang kami namai Sharing Online lan Offline, yakni bertemunya para onliners dengan pihak yang belum memanfaatkan jaringan internet, ya seperti para pelaku usaha UMKM itu.

Kami pun memasang target sederhana: membuka pemahaman pelaku UMKM terhadap internet, yang menurut asumsi kami, masih dianggap sulit dan mahal. Padahal, sejatinya tidak demikian. Fasilitas hosting gratisan pun bisa dimanfaatkan, sementara banyak orang sudah membuktikan.

Selain itu, sudah jadi ‘tabiat’ blogger, setiap mengunjungi daerah lain atau menjumpai hal-hal unik atau dianggap baru, di manapun, mendorong mereka untuk membuat posting-an, entah dalam bentuk foto maupun tulisan. Dalam hal demikian, maka publiklah yang diuntungkan. Bisa publik dalam artian pembaca yang butuh informasi, maupun publik dalam kategori subyek posting-an.

Kekayaan suatu daerah/wilayah, tak jarang lantas dimunculkan oleh para blogger melalui blog masing-masing. Tanpa proses penyuntingan atau pertimbangan redaksional yang rumit, para blogger yang sejatinya adalah pewarta warga (citizen journalists) akan menurunkan laporannya secara spontan, apa adanya.

Di situlah terletak perbedaan utama tulisan pewarta warga dan jurnalis media massa pada umumnya. Selain, blog tidak membatasi panjang tulisan, dan warna subyektifnya terasa kental. Maka, tak aneh, terhadap sesuatu yang dianggap baik lantas dipuji habis-habisan, sementara terhadap kekurangan atau ‘cacat’ pun akan dikritisi sedemikian rupa. Terhadap pernyataan ini, silakan lihat catatan para blogger seusai mengikuti SharingSOLO, kemarin.

Kembali pada pokok soal mengenai Sharing Online lan Offline, sejatinya kami ingin mempertemukan banyak pihak yang saling terkait satu dengan yang lain. Kami beruntung. XL Axiata, operator telepon seluler yang memiliki jaringan broadband terbaik di Indonesia itu mengerti strategisnya gagasan ‘kecil’ yang kami tawarkan. Klop!

Blogger butuh akses ke internet sepanjang hari tanpa henti, dan karena itu menjadi ‘pasar’ potensial bagi operator semacam XL, sementara kami sebagai organizer memerlukan dukungan finansial dari institusi bisnis, serta dukungan fasilitas dari pemerintah, untuk bisa memfasilitasi pertemuan banyak pihak, termasuk para pelaku UMKM yang menjadi target teman baru kami.

Ke depan, tentu kami ingin lembaga bisnis seperti XL mau memberikan fasilitas akses murah untuk para pelaku UMKM. Bisnis XL jalan, usaha para pengusaha kelas rumahan itu pun terbantu dengan biaya ringan. Sementara kami, para blogger, bisa mengambil peran sebagai fasilitator pelatihan, mengajarkan cara-cara penggunaan internet yang mendukung usaha mereka.

Kalau ada pertanyaan, kalian dapat apa? Maka jawabnya simpel saja: kami dapat ilmu. Melalui praktek pendampingan, maka pengetahuan teman-teman juga akan berkembang, seiring dengan tuntutan dan perkembangan pasar (dan jaman). Kelak, ilmu tinggi bisa kami raih, sehingga tak ada lagi yang canggung menghadapi dunia kerja. Simpel, kan?

Pemerintah pun, akan sangat diuntungkan. Sebagian ‘pekerjaan’ mereka terbantu dengan kehadiran kami, apalagi, di ‘kantor’ baru nanti, kami bisa menggelar pelatihan-pelatihan rutin untuk publik, hingga 20 orang sekali pelatihan. Terdapat cukup luas ruang bagi kami untuk berbagi, dan sebaliknya menimba ilmu dari mitra dan sahabat-sahabat kami.

Prinsipnya, tanpa orang lain, kami (dan para blogger) bukan apa-apa, bahkan tak berguna. Itulah mengapa, forum sharing atau berbagi itu menjadi penting. Kini, meski agak terlambat, namun tetap masih termasuk kategori ‘saat yang tepat’ bagi blogger berkiprah.

Tahun depan, seiring dengan maraknya internet (murah) hingga pelosok desa seperti dicanangkan pemerintah, kian banyak pengguna internet salah arah. Pornografi sudah terbukti, bukan lagi barang mewah yang harus didapat dengan susah payah. Begitu pula, informasi-informasi yang tak baik untuk siapa saja. Blogger, sudah seharusnya melibatkan diri, membangun peradaban Indonesia yang lebih baik.

Selamat berkarya, Blogger Indonesia.

8 thoughts on “Berbagi Cerita SharingSOLO

Leave a Reply