Wajah Baru Kereta Api

Gajayana mungkin merupakan kereta api eksekutif terbaik yang dimiliki PT. Kereta Api Indonesia (KAI) kini. Berkabin elegan, dengan ruang penyimpanan barang seperti yang ada di pesawat Garuda. Satu kelebihan lainnya, penumpang  kereta dengan rute Malang-Jakarta ini, sudah bisa bertransaksi dengan kartu kredit jaringan Visa dan Mastercard.

Gerbong penumpang KA Gajayana yang lebih mewah dan nyaman

Seorang awak kereta bercerita, selain Gajayana, kemewahan serupa juga sudah ada di KA Sembrani (Surabaya-Jakarta). Rupanya, rangkaian gerbong buatan PT INKA, Madiun itu baru beroperasi sebulan, ketika saya menumpang kereta itu, Jumat (9/4) malam.

Kalau televisi, sih, sudah biasa. Tapi, LCD yang menampilkan posisi kereta –seperti dijumpai di bus Transjakarta atau kereta dan bus di kota-kota luar negeri, merupakan bentuk pembaruan layanan. Dengan begitu, seorang penumpang mengetahui di mana posisi mereka pada saat-saat tertentu, seperti terbangun dari tidur, misalnya.

Kenyamanan KA Gajayana, menurut saya jauh lebih bagus dibanding KA Argo Wilis (Surabaya-Bandung) dan kereta-kereta eksekutif lainnya. Padahal, hingga naik Gajayana, saya masih menganggap Argo Wilis  sebagai kereta ternyaman yang pernah saya alami.

Mungkin banyak orang punya anggapan yang sama dengan saya, bahwa semua kereta yang bertujuan Bandung selalu lebih bagus dibanding rute-rute lain. Baik kondisi kereta, ketepatan waktu, maupun layanan selama berkendara. Bisa jadi, karena kontrol kereta jurusan Bandung lebih ketat, sebab kantor pusat PT KAI berada di kota itu.

Restorasi dengan desain bangku baru yang nyaman, dapur menyatu dengan bar. Karaokean pun jadi nyaman, dan pembayaran tagihan bisa menggunakan kartu kredit.

Hal-hal sepele yang sering diabaikan awak kereta api, pun sudah berlangsung seperti yang seharusnya. Toilet yang lega dan bersih, juga pintu bertombol yang akan menutup secara otomatis. Asal tahu saja, dari kondektur hingga petugas kebersihan, paling suka membuka pintu tanpa mau menutup kembali. Mereka tak peduli akan gangguan kenyamanan yang mestinya menjadi hak setiap penumpang.

Bandingkan dengan beberapa kereta api eksekutif yang pintunya tak berfungsi dengan baik. Membuka saja perlu tenaga ekstra, maka boleh jadi itulah yang membuat awak kereta enggap kembali menutupnya. Bahwa suara berisik roda menjadi pengusik kenyamanan penumpang, tak dipedulikan mereka. Hahaha….

Kerap saya menggerutu melihat kejadian begitu, namun urung berlanjut menjadi protes. Sebagian awak yang berstatus PNS, yang kita tahu, tak pernah paham bahwa pelayanan penumpang merupakan bagian dari hak dan kewajiban dalam industri jasa.

Walau suara berisik roda sudah relatif berkurang karena kehadiran pintu otomatis, namun tetap saja masih terasa. Menurut saya, itu akibat bantalan rel kereta sudah tidak seperti rel-rel warisan jaman kolonial Belanda. Bantalan beton sudah menggantikan kayu yang kian langka (dan mahal). Tapi, secara umum sudah nyaman. Apalagi, jendela Gajayana, sudah didesain layaknya jendela pesawat udara.

Semoga, semua rangkaian gerbong kereta api eksekutif setara, syukur lebih baik dibanding Gajayana. Dan, satu yang penting, sudah tersedia colokan listrik bila Anda menginginkan bisa tetap bekerja dengan komputer jinjing selama perjalanan. Seperti yang saya alami, sepanjang jalur Solo-Jakarta, koneksi internet dengan XL lancar-lancar saja, meski kecepatan koneksi berubah-ubah dari GPRS hingga 3G, tergantung kota kota yang disinggahi.

12 thoughts on “Wajah Baru Kereta Api

  1. wah tarnyata naek kereta lebih leluasa ya, jujur dari kecil saia blom pernah naik kerata api masalahnya orang tua kami lebih sering naik bus umum, dari sini jadi pengen naik kereta itu

  2. saya setuju dengan penilaian tersebut, emang kata temen2 kereta yg paling bagus itu untuk saat ini Gajayana, bukan lagi Argo Anggrek. bahkan sekarang gerbognya baru, klo ga salah pas lebaran th 2009 kemarin diluncurkan. dari segi harga ya mahal lah, seingatku 330rb untuk tarif dari Malang-Jakarta.
    Jadi pengin naik Gajayana nih, he he

  3. saya setuju dengan penilaian tersebut, emang kata temen2 kereta yg paling bagus itu untuk saat ini Gajayana, bukan lagi Argo Anggrek. bahkan sekarang gerbognya baru, klo ga salah pas lebaran th 2009 kemarin diluncurkan. dari segi harga ya mahal lah, seingatku 330rb untuk tarif dari Malang-Jakarta.
    Jadi pengin naik Gajayana nih, he he

  4. jongil kim

    Jika menurut Pak Bhe suara berisik ditimbulkan oleh bantalan rel yang berupa beton, ternyata tidak berlaku di sini .
    Gerbongnya sudah lebih apik dan telihat lebih nyaman, dan mungkin lebih lengkap jika ditambah dengan pemberitahuan dilarang merokok (terlihat oleh saya, tangan kiri memegang rokok) bahkan di dalam toilet sekalipun.
    Semoga KAI terus berbenah, terutama dalam ketepatan waktu.

Leave a Reply