Taman Dipagar Berduri

Saya melihat ada dua taman pembatas jalan (raya) dipagar dengan kawat berduri. Satu di pertigaan Kerten dan satunya di perempatan Manahan, Solo. Niatnya baik, tapi berpotensi membahayakan pengguna jalan. Malang tak dapat ditolak, tapi andai pengguna jalan terjatuh, lantas tubuhnya tersangkut kawat berduri, maka celaka duabelas namanya.

Andai, sekali lagi, seumpama ada kejadian itu, maukah Dinas Ketertiban dan Pertamanan dituntut membayar ganti rugi oleh pengguna jalan yang sudah membayar pajak? Akankah majelis hakim mengabulkan sebuah gugatan atas celaka yang diakibatkan kebijakan yang keliru?

Namanya juga berandai-andai, boleh saja saya dianggap meracau di tengah kenyamanan ratusan orang menikmati konser musik klasik di sebuah gedung nyaman. Noisy.

Hijau tanaman pada taman-taman kota diperlukan untuk menetralisir kotornya udara, entah lantaran debu maupun emisi gas buang kendaraan bermotor. Pagar, kadang juga diperlukan kala masih banyak orang tak peduli penghijauan. Papan peringatan larangan menginjak rumput di taman-taman kota pun masih banyak diabaikan. Apalagi ‘cuma’ taman pembatas jalan.

Bahwa pengamen juga ‘mengotori’ jalanan, itu soal lain. Tak mudah ‘membersihkan’ mereka tanpa jalan keluar yang adil, dan tak boleh menyeret mereka sebagai kriminal hanya karena merusak pemandangan.

Dalam urusan menghijaukan kota, kini Pemerintah Surakarta sudah jauh lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya. Warga sekitar didorong keterlibatannya membuat taman di pinggir-pinggir jalan raya, lalu pemerintah meneruskan perawatan melalui penjadwalan penyiraman.

Tapi, memagari dengan kawat berduri atas nama penghijaun dan ‘perlindungan tanaman’ juga bukan sikap bijak. Pada negeri yang keadilan hukumnya belum bisa diharapkan, sebaiknya pemerintah mengurangi potensi kerugian yang bisa menimpa siapa saja, para pengguna jalan raya.

Saya tak sanggup membayangkan, andai ada seorang pengendara sepeda motor diserempet pengendara lainnya, lalu seorang pembonceng terpelanling dengan wajah tergores kawat berduri, yang dibuat oleh pemerintah.

Tahukah Anda, pasal berapa pada undang-undang apa, yang bisa digunakan untuk menggugat siapa? Mari kita cari bersama-sama…..

3 thoughts on “Taman Dipagar Berduri

Leave a Reply