Berlayar di Music Room

Pada pagi di penghujung Pebruari, dua puluhan pemuda meriung di sebuah ruang bawah tanah. Suasana lengang saat kami berdatangan. Tak tampak sisa ratusan orang yang berjejalan pada malam sebelumnya, ketika peluh mengucur dari tubuh-tubuh mereka yang menikmati gemuruh musik yang menghentak ritmis, pada malam sebelumnya.

Desain oleh http://mursid.web.id

Music Room atau Musro, pagi itu tampak bersih. Teh dan kopi tersaji di atas menja bartender, ditemani aneka kue dan cemilan, yang tentu beda menu dengan malam Minggu. Begitulah, pagi hingga lewat tengah hari, para blogger Bengawan dan beberapa tamu dari Yogyakarta, Depok dan Jakarta turut meramaikan Berlayar di Bengawan bersama Margareta.

Musro yang selalu berpenerangan temaram, pagi itu terasa benderang. Margareta Astaman yang rela ‘diculik’ di tengah acara liburan keluarganya, datang dengan membawa sinar terang: berbagi pengalamannya yang sungguh kaya! Dua bukunya, Have a Sip of Margaritta yang terbit pertengahan tahun lalu, seolah menggenapi launching buku keduanya, Cruise on You yang diselenggarakan Bengawan dengan dukungan penuh The Sunan Hotel.

Sejatinya, novel fiksi Cruise on You yang ‘remaja banget’ sudah di-launching di Jakarta menandai Valentine’s Day sekaligus perayaan tahun Imlek. Novel perdana bercita rasa ciklit itu memang berkisah seputar dunia percintaan kaum muda. Hanya saja, pelajaran moralnya kental terasa, halus merasuki jiwa pembacanya.

Pada cara menggali ide cerita lalu mengembangkannya menjadi tulisan panjang itulah yang menjadi pokok bahasan. Sharing pengalaman, istilahnya. Sebab, dari seringnya mendengar pengalaman dari orang lain itulah, orang yang lain lagi bisa memperoleh motivasi. Mungkin bisa menggerakkan untuk turut menulis, namun setidaknya memberi ruang memperkaya wawasan. Tentang apa saja.

Pertemuan Bengawan dengan Margie, sapaan akrab Margareta, hari itu merupakan kali kedua, setelah pertengahan Desember lalu kami berbincang soal esai-esainya yang ditulis di blog-nya, lantas diterbitkan menjadi buku dengan judul Have a Sip of Margaritta. Semangat menulisnya sungguh luar biasa. Sikap hidupnya pun bisa dibaca dengan jelas lewat tulisan-tulisannya, sehingga menurut kami, Margie layak diajak berbagi.

Kita tahu, cukup banyak ide yang bisa kita ambil dari pengalaman sehari-hari. Tak perlu muluk-muluk, sebab, bahkan kita bisa memperolehnya dari keseharian kita di rumah: dari siaran televisi yang kita tonton, tentang ban sepeda yang kempes, banyaknya polisi tidur di gang-gang bahkan jalan umum. Hanya, banyak orang merasa kesulitan ketika hendak menceritakan pengalaman dan pandangannya melalui sebuah tulisan.

Banyak orang enggan menulis karena takut atau malu dikatakan jelek atau tak bagus. Mereka lupa, membuat tulisan bagus juga perlu latihan, dan harus dikerjakan berulang-ulang. Dari tanggapan orang lainlah, seseorang kian paham di mana letak kekurangan dan kelebihannya. Seperti saat ketemu orang lain yang berbeda bahasa dan tak saling mengerti, sebuah proses komunikasi bisa berlangsung efektif. Dengan bahasa Tarzan alias sepatah dua kata, selebihnya diperkuat dengan bahasa tubuh, aba-aba dan isyarat.

Blogger dari berbagai kota sedang kumpul-kumpul di Wonosobo dalam rangka Wisata Blogger, memeriahkan HUT Wonosobo, Juli 2009

Begitu juga sebuah gagasan melalui tulisan. Banyak orang mengabaikan susunan kalimat atau tata bahasa. Ide atau gagasan yang menarik cukup menggerakkan orang untuk maklum, mengerti dan memahami.

Beruntung, orang-orang jaman kini sudah mengalami masa serba enak dan mudah. Untuk berbagi pengalaman atau gagasan, tersedia banyak pilihan media, termasuk blog. Gratis dan mudah. Yang dibutuhkan cuma biaya akses internet, dan…. tentu saja: kemauan! Tak lebih. Padahal, hingga sepuluh tahun silam, untuk berbagi pengalaman saja tak gampang, kecuali bertatap muka atau telpon-telponan. Menulis di koran? Jangan harap, itu masih dimonopoli kaum ‘bernama’, sebab tak semua orang beruntung gagasannya akan lolos seleksi dewan redaksi.

Kini, dengan kemajuan teknologi, kita bisa memperoleh apa saja di blog. Tak hanya teman, tapi juga aneka macam pengetahuan. Terlalu banyak orang berbagi pengalaman melalui blog-blog pribadi. Ada yang bercerita soal gempa, resep masakan, pamer foto, tutorial belajar-mengajar atau karya sastra, dan sebagainya.

Tanpa kemurahan teknologi, mungkin banyak tak ada yang mengenal ide-ide bernas seorang Margie, perempuan muda peranakan Cina, yang dulu dianggap ‘bukan siapa-siapa’. Kita bisa juga mengenal Tongki, seorang pelajar SMA keturunan Jawa di Jakarta, yang fasih menggunakan bahasa ibu lantaran akrab dengan pedagang bakso dan penjual sayuran di sekitar rumahnya.

Juga Pak Sawali, seorang guru yang rajin berbagi karya sastra dan cerita-cerita tentang pendidikan. Kita, mungkin juga tak mengenal Sang Bayang, yang bertahun-tahun melakukan update blog hanya lewat telepon genggam sederhana, tanpa pernah sekali pun menggunakan komputer.

Ada pula Tyovan, seorang remaja di Wonosobo yang tak semula tak melanjutkan kuliah, padahal dia mendesain dan mengisi konten blog tentang daerahnya dengan caranya yang unik: mengikuti perjalanan pegawai Humas pemerintah setempat, lalu melaporkannya untuk kepentingan banyak orang. Asal tahu saja, ia belajar komputer secara otodidak, membaca buku seadanya, yang sering dilakukannya di perpustakaan daerah. Pada saat yang sama, ia sanggup menjalankan perintah Bupati Wonosobo untuk berceramah dan memberi pelatihan ketika bagi pejabat-pejabat di daerahnya, bahkan mengawal sistem komunikasi dan informasi KPU setempat pada pemilu lalu.

Kalau banyak orang bisa melakukan apa saja dan berbuat baik bagi sesamanya, kenapa kita tak bisa? Begitulah kira-kira maksud teman-teman Bengawan ketika mengajak Margareta Astaman Berlayar di Bengawan.

4 thoughts on “Berlayar di Music Room

  1. wah senang rasanya juga ketemu mbak margie, kapan2 diculik lagi ya pak!!! 😀

    tuch mbak margie diculik juga seneng……..

    aku gak mau culik-menculik lagi, ah… takut ditangkap polisi. gantian yang lain kalau berani…..
    /blt/

  2. hehehe…trimakasih saya sudah diculik…senang pagi2 bisa ikutan blajar bareng teman-teman bengawan yang pengalamannya ruarrrr biasa! Semoga aku dculik lagi untuk acara2 berikut, biar ketemu lagi sama temen-temen blogger dan bisa mencopet kisah-kisah untuk bikin hidup lebih hidup!!hehehe…

    mencopet kisah untuk bikin postingan, tepatnya. ya, kan? :p
    /blt/

Leave a Reply