Tombok Puyuh Karena IM2

Gara-gara gagal top up IM2 Truff Mobile, saya tombok puyuh bakar sebuah. Gara-garanya cuma karena perubahan pergantian setting username dan password pada modem yang disarankan, ketika saya hendak melakukan pengisian ulang. Sampai kini, genap lima hari sudah saya ke warung internet. Seperti dipaksa kaya, karena belanja akses kian menggerogori jatah beli garam, bayam dan cabe.

Indosat juga termasuk kapitalis dahsyat, yang tega memiskinkan konsumennya dengan cara sangat sistematis. Untuk komplain, hanya ada opsi mengeluarkan biaya telepon SLJJ. Tapi, saya kapok karena dengan menelpon ke (021) 7854-6900, jelas saya menjadi tak bijak terhadap lidah, juga kesehatan. Boros pulsa, tak ada penjelasan memuaskan, sama saja saya menyiapkan diri tak makan esok hari.

Menghubungi lewat email ke e-service@indosatm2.com juga merugikan. Saya mesti ke warnet, beli akses dan bensin, sementara jawaban juga akan saya terima keesokan harinya. Pengalaman membuktikan, telpon boros biaya, kirim email juga begitu, ditambah bonus pahala karena dengan demikian, pelanggan akan menjadi sabar.

Tapi baiklah, bonus tak saya ambil. Saya memilih membuat testimoni di sini, siapa tahu bonusnya saya jadi terkenal. Lho, kok? Ya, siapa tahu, dengan komplain terbuka begini, Indosat M2 marah lalu menggugatkau dengan pasal-pasal pencemaran nama baik, dan UU ITE.

Penderitaan tak kunjung berakhir. Akses internet lewat XL mobile pun ngadat sejak kemarin. Seorang teman yang barus mengisi pulsa, malah tak bisa menelpon ke luar. Ada pesan otomatis yang menyebutkan nomor teman saya sedang dalam masa tenggang. Saya pun tak bisa cek pulsa, apalagi mengakses internet. Berkali-kali diulang, saya malah diledek oleh XL. Dibalasnya dengan bahasa Inggris, sehingga saya harus baca kamus. Unable connect….., katanya.

Soal nombok daging puyuh bakar seharga Rp 5.000, ceritanya ya gara-gara ngadatnya IM2 Truff dan XL itu. Terpaksa ke warnet karena domain saya expired, sepulang wedangan pada dinihari, saya meninggalkan motor di parkiran untuk mencatat nomor rekening IDWebhost, di mana hosting dan domain saya beli di sana. Dua daging puyuh bakar saya tinggalkan di sepeda motor.

Cuma setengah jam, sebenarnya. Tapi di warnet dekat Poltabes Surakarta, ada kucing kriminal. Sama sekali tak takut kalau tertangkap basah oleh polisi yang sedang melakukan patroli, si kucing ngembat sebiji. Ya, mau gimana lagi. Sisa sebiji pun tetap saya bawa pulang, lalu kugoreng ulang. Tujuannya ada dua: pertama, agar kuman-kuman dari kucing mati pada minyak mendidih. Dan yang kedua namun utama: untuk mengurangi kerugian.

Dua puyuh bakar kubeli Rp 10 ribu, biaya warnet Rp 2.000. Semua gara-gara si brengsek kapitalis: baik Indosat M2 maupun XL yang memaksa saya tak bisa mengakses internet.

9 thoughts on “Tombok Puyuh Karena IM2

  1. dodol

    saya pake m2 truff,,lumayann lancar,,,,tapi di setiap akhir bulan pasti koneksinya leleeeet abisss…padahal quota baru kepake separo dan saya topupnya di tgl 10, aneh…….

  2. Adrian Silvano

    Sekedar mau sharing ni, 2 Bulan awal saya langganan, saya tidak ada maslah dengan layanan internet indosatm2, namun setelah 2 bulan, saya mengalami masalah yg sangat parah, Saya bisa terkoneksi ke jaringan indosatm2, tapi gak bisa melakukan kegiatan internet sama sekali, gak bisa browsing, gak bisa chatting, apa lagi yang namanya download. Bahkan untuk ping ke dns indosatm2 202.155.0.10 aja kagak bisa, uda komplen berkali-kali, tapi kayaknya keluhan pelanggan dianggap angin lalu. CS nya janji bahwa saya akan dihubungi oleh teknisi indosatm2, tapi janji hanyalah tinggal janji. Sampe sekarang mereka miskol aja belum pernah, apalagi sampe bicara langsung kepada saya. hehehe… Dengan ini maka saya bisa simpulkan bahwa INDOSATM2 ADALAH LAYANAN INTERNET TERBUSUK DIDUNIA!!!!! O iya, sekedar info, lokasi ku melakukan konesi dari kec. Mustika Jaya, Bekasi.

    Sekedar saran: Buat anda semua yang belum menjadi korban, saya sarankan untuk menjauhkan diri dari layanan yang namanya indosatm2.

Leave a Reply