Orang Top nge-Blog

Aburizal Bakrie nge-blog? Saya segera budhal, berkunjung ke link sebuah alamat yang di-kicau-kan ndorokakung di Twitter. Memang benar kicauannya: punya Ical lebih terasa blog dibanding yang dikelola anaknya, Anindya Bakrie. Mungkin, Ical yang nge-blog belakangan ingin ‘mengoreksi’ bahasa komunikasi Anin, yang menurut saya kalah spontan.

Terlepas dari isi dan gaya bahasa mereka, kemauan orang-orang supersibuk mengelola blog merupakan petunjuk menggembirakan. Setidaknya, bisa menggugurkan ramalan seorang konsultan online marketing, yang menyebut blog akan ‘mati’ lantaran digerus microblogging semacam Facebook dan Twitter.

Mungkin, Pak Konsultan menganggap menulis (agak panjang) itu pekerjaan berat. Perilaku orang disamaratakan dengan ABG menye-menye, yang cuma suka hai-hai, dan selebihnya langsung tancep aje. Mungkin juga lupa, karena toko buku kian banyak saja di berbagai kota hingga pelosok desa. Meski tak ada korelasi orang gemar membaca lalu suka menulis, namun setidaknya dengan peningkatan peminat bacaan, maka di sanalah lahan subur penulis.

Kembali ke soal blog. Saya menganggapnya sebagai portofolio pribadi. Karena portofolio, maka kepribadian seseorang akan bisa diketahui dari blog-nya. Persoalan ‘kepribadian’ yang ditampilkan itu merupakan bagian dari strategi pencitraan, itu soal lain. Sepandai-pandai tupai melompat, wajah sesungguhnya bakal ketahuan juga. Entah kapan.

Bahwa blog seseorang dikelola oleh pihak ketiga, itu pun sah-sah saja. Intinya, pembaca punya rasa dan insting sendiri, sehingga kalau ia merasa yakin yang dibacanya adalah karya asli pemilik blog, maka ia akan mengapresiasinya dengan sepadan.

Orang sibuk masih suka nge-blog, apapun tujuannya, menurut saya luar biasa! Bahwa pencitraan itu sepenting nalurinya untuk berkomunikasi dengan orang lain, bisa saja itu menjadi ciri seseorang, terutama orang-orang yang merasa dirinya penting. Lagi-lagi, yang begitu pun tak penting buat saya.

Saya hanya suka saja dengan orang-orang yang masih mau meluangkan waktu bertegur sapa, walau di ranah maya. Persoalan posting dan penyusunan tata letak (lay out) toh bisa diperbantukan kepada orang lain. Yang penting, orisinalitas pesan yang diciptakan.

Bisa jadi, orang seperti Pak Aburizal Bakrie, akan menulis pendapat pribadinya tentang Lumpur Lapindo (walau, mungkin dia akan menyebutnya sebagai Lumpur Sidoarjo). Pak Hasnul Suhaimi, sebagai Presiden Direktur XL, mungkin kelak akan bercerita pula kenapa pengguna operator lain harus membayar lebih mahal ketika menelpon ke nomor XL, dan seterusnya.

Di antara orang sibuk, ada Pak Wimar Witoelar yang sudah lama mengelola Perspektif, jauh sebelum internet marak di Indonesia. Mungkin, Pak Wimar bisa bercerita banyak hal tentang sikapnya mendukung Sri Mulyani Indrawati seperti ditunjukkan lewat kicauannya di Twitter. Juga, Mas Goenawan Mohamad yang akhir-akhir ini sibuk ceramah filsafat, di tengah kejengkelannya melihat Pak Wapres Boediono yang, entah terpojok atau sengaja dipojok-pojokkan orang.

Pokoknya, ranah blogging kian berwarna dengan kehadiran blog-blog mereka. Soal isi, ya suka-suka kita kalau mau mengkritisi… Pokoknya nge-blog dulu, deh, biar tak diremehkan orang yang bisanya cuma bermain microblogging.

17 thoughts on “Orang Top nge-Blog

  1. nambahi : wong supersibuk kui angel ditelepong lan digoleki… kayata pak blontakpoel iki
    weeheheheh

    jaman online kok isih telpon-telponan… mbok nggunakake internet…
    /blt/

  2. kemauan orang-orang supersibuk mengelola blog merupakan petunjuk menggembirakan. –> Blontankpoel yo supersibuk, yo ngeblog… berarti namanya sudah sejajar dengan icalbakery kuwi yo wkakakakak

    hai! cangkem freelance jangan ikut-ikutan dong… awas kowe!
    /blt/

  3. aku ngeblog yo asal ngeblog, ra urus karo wong top…
    busyet,,, direktur XL kuwi kok jenenge madan-madani jenengku to???
    http://andy.web.id/about
    *blonthank ngetop kok ra disebut ning posting ya???*

    wong uedaaannnnnnnn!!! ora tau ketok neng endi wae? kaya dhemit, njedhul-njedhul mung arep madani……. *bakar menyan, ben mulih neng kandhange*
    /blt/

  4. Ya masih bisa Pakdhe, Pak Beye buat blog diisi MP3 Beliau terbaru atau koleksi foto, pasti asyik, sekalian promosi. Hehehe

    dia pasti sedih, lagunya gak ada yang membajak…. (emang kerbau?) yang jelas, MP3, MP4 dan 3GP itu satu grup…. :p
    /blt/

  5. Wah yen pak beye, para petinggi dan politisi lain ikut ngeblog, tambah gayeng iki.

    jangan berharap pada pak beye. dia itu nurutnya sama konsultan pencitraan, yang ngajari dia jaim melulu. kalaupun dia pingin ngeblog, konsultannya akan bilang: “jangan nge-blog, tuan… nanti dikira tak punya pekerjaan. wong nge-tweet aja suruhan orang, mosok masih nyempetin nge-blog….”
    begitu, lho mr bambang….
    /blt/

  6. ael

    Dengan mereka ngeblog, setidaknya menjadi klarifikasi atas tulisan-tulisan media sehingga meminimalisasi tulisan-tulisan yang keliru. Bukankah begitu pakdhe? 😀

    bukaaaannn…..
    /blt/

  7. muantep… hahaha…. tapi kl mau lebih keren lagi orang sibuk nge-blog bener-bener sendiri ga pake di bantuin orang lain 🙂

    lebih baik memang begitu, sih… kita doakan mereka nge-blog tanpa bantuan. amin
    /blt/

  8. hahaha kalimat penutup e nendang banget…tapi semboyan ojo dumeh nduwe blog masih berlaku lho, kang 😀

    setuju. aja dumeh masih berlaku, walau kalau aku masih suka sesuka hatiku. hehehe… sing penting gak kena UU ITE wae…
    /blt/

Leave a Reply