Kupat Tahu bukan UU

Bila pernah singgah di warung tahu kupat Dompleng, Kecamatan Blabak, Kabupaten Magelang, mungkin Anda akan senyam-senyum membaca sebuah peringatan yang ditempel pada sebuah lukisan: kalau ada yang niru berarti bersifat meniru? Berbeda dengan saya, yang memilih mengabadikannya melalui kamera.

Peringatan yang merusak keindahan lukisan

Peringatan yang merusak keindahan lukisan

Bukan hanya penempatannya yang tidak ‘menghargai’ karya seni, namun logika bahasa yang dipakainya tak bisa dibantah salah-benarnya. Dikatakan salah, nyatanya juga benar. Namun disebut benar, tetap saja menyisakan ganjalan. Ada yang tak pas. Lalu, buat apa menyoalnya?

Kalimat dan logika bahasa itu mengingatkan saya pada kecerobohan anggota parlemen kita, staf Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan ahli-ahli bahasa yang terlibat dalam penyusunan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang sedang jadi sorotan karena ganasnya merampas hak publik yang sudah dijamin Pasal 28 UUD 1945.

Pada Pasal 1 terdapat kalimat yang tak kalah lucunya dibandingkan dengan peringatan yang terdapat di warung tahu kupat itu. Pada ayat (1), misalnya:

Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Pada ayat (4), kelucuan serupa diulang kembali, seolah-olah orang lain banyak yang belum paham dengan yang dimaksud para penyusunnya, yang biasanya melibatkan ahli bahasa.ahli bahasa biasanya sengaja disiapkan, baik oleh pihak Depkominfo sebagai wakil eksekutif maupun dari pihak legislatif. Begini bunyinya: Para

Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Logika (maaf) Samin

Logika (maaf) Samin

Bukan bermaksud meremehkan pemilik warung tahu kupat, namun sebuah undang-undang yang katanya disusun oleh orang-orang berpendidikan tinggi, mestinya tak boleh sejelek itu. Para penyusunnya (maaf kepada keluarga dan pengikut Mbah Surontiko) Samin banget, gitu loh…!

Undang-undang tentu bukan mainan, meskipun bukan pula menjadi sesuatu yang harus disakralkan. Namun, mengingat pentingnya sebagai rambu-rambu agar seseorang menjadi bertanggung jawab atas sebuah ketertiban sosial, peraturan mesti dibuat dengan sungguh-sungguh, cermat, dan tak boleh disusun secara sambil lalu. Bahwa kemudian mencelakai Prita Mulyasari dan merepotkan Luna Maya, itu hanya menunjukkan kepada kita, betapa cerobohnya para pembuat undang-undang itu.

Kalau dari aspek bahasa saja sudah pada semena-mena, wajar saja kalau mereka juga tak peduli dengan potensinya membuat banyak orang celaka. Saya kira, segitu dulu saja saya ngisengin mereka. Sekalian ngingetin, perlunya menolak keberadaan pasal-pasal yang memasung hak asasi dan demokrasi seperti tampak dalam UU ITE itu.

Mungkin banyak di antara kita yang tak teliti menyimak kalimat demi kalimatnya. Padahal, arogansi penyusunnya sudah tampak nyata, sebab tak menjadikan UUD 1945 yang kedudukannya lebih tinggi dari undang-undang sebagai konsideran atau rujukan. Padahal, pada UUD 1945-lah, negara menjamin warga negaranya bebas mengemukakan pendapatnya, baik secara lisan maupun tulisan.

8 thoughts on “Kupat Tahu bukan UU

  1. nyat para petinggi parlemen wi ketoke do buta teknologi og…
    pertimbangane cetek banget, trus undang-undange mbingungke….
    yo mungkin sesuai prinsip-prinsip terdahulu : Kalau bisa dibuat susah, ngapain dibuat mudah?????

Leave a Reply