Mbak, Anda Siapa?

Suatu siang, seorang wartawan koran nasional ikut mengerubuti seorang aktris sinetron di sebuah gedung, usai konferensi pers. Belasan pekerja media menyodorkan banyak pertanyan kepada si aktris. Mulai sinetron baru yang dibintangi, hubungannya dengan seorang lelaki, hingga soal-soal seputar kehidupan pribadinya.

Sang wartawan, yang kebetulan belum lama pindah tugas di Jakarta, dan memperoleh pos di desk hiburan itu pun hanya ikut mendengarkan sambil mengacungkan alat perekam. Tampak belum kenal medan, tapi berani. Sialnya, ia tak bisa mendekat sehingga tak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan sang aktris.

Entah karena tak kenal dengan pekerja media yang kebanyakan dari kru infotainment atau gengsi dengan popularitas media tempatnya bekerja, lelaki itu enggan bertanya kepada sesama pemburu berita yang turut mengerubuti si artis.

Ketika sang aktris cantik itu hendak memasuki mobilnya, sang wartawan berteriak memanggil, sambil bergegas mendekat. Si artis memberi isyarat menunggu, meski tampak buru-buru.

“Mbak… Mbak itu siapa?”

Si artis bengong. Mungkin juga bingung, hendak memulai menjelaskan dari mana. Sepertinya, sang artis mafhum, sebab yang bertanya termasuk ‘orang baru’ di lingkungannya. Maklum, umumnya artis sudah hafal dengan wajah-wajah pemburu berita, baik berita baik maupun gosip selebritis, karena orang-orangnya hanya itu-itu saja.

“Maksud Mas, nama saya?”

Yang ditanya mengangguk. Wartawan itu buru-buru mengucap terima kasih, lalu cepat berbalik badan begitu si perempuan cantik menyebut nama dirinya…..

8 thoughts on “Mbak, Anda Siapa?

  1. emang benar ya artis selalu hapal dengan wartawan pemburunya..
    simbiosis mutualisme antara artis dan wartawan (infotainment) 😀

    setahuku begitu, kang. wong orangnya itu-itu saja, dan isunya kadang (konon) dibikinin oleh ‘wartawan’ infotainment. kalau dengan jurnalis media umum, belum tentu kenal karena media demikian kerap melakukan rolling bidang liputan, sehingga sering ganti orang.
    /blt/

Leave a Reply