Ayo Piknik ke Balekambang

Gala Dinner

Setahun terakhir, warga Kota Surakarta memperoleh ‘tempat bermain’ baru di Balekambang. Ya, Taman Balekambang namanya. Ia menyusul citywalk dengan taman-taman asri di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dari Purwosari hingga Gladag, atau taman serupa di sekitar Stadion Manahan. Pada hari libur, para orang tua suka membawa anak-anak dan keluarga mereka ke sana. Riuh, tapi riang.

Di taman-taman itu, kini banyak remaja bercengkerama, pada sore atau malam hari. Kecuali di Manahan, sebagian dari mereka asyik berselancar di dunia maya, karena Pemerintah Kota dan Telkom telah berbaik hati mengumbar bandwith Speedy.

Balekambang, yang konon berasal dari gabungan kata bale (Jw. Balai) dan kambang (Jw. Mengapung) menunjuk pada keberadaan sebuah balai di atas telaga kecil. Begitu sederhananya orang Jawa dalam membuat istilah baru, dengan cara sangat praktis, yang penting mempermudah pelafalan. Karena balai mengapung yang terletak di antara pepohonan besar nan rindang, lalu disempurnakanlah ia menjadi taman.

Dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, taman itu lantas dinamai Partini Tuin, sebuah taman untuk mengabadikan putrinya tercinta yang bernama Partini. Tak cuma untuk bercengkerama pada siang hari, di sana juga menjadi ruang publik dalam arti sesungguhnya. Aneka kesenian tradisional, termasuk tarian dan ketoprak sering digelar di sana.

Balekambang Dulu

Jejaknya sebagai ruang publik terus bertahan. Keluarga Seniman Muda Surakarta berusaha menghidupkan kembali Balekambang lewat panggung ketoprak, namun gagal. Publik lebih berselera menonton sinema elektronik di televisi yang kian menjamur pada 1990-an daripada ketoprak yang dianggap jadul. Padahal, di tempat yang sama, nama Srimulat berkibar tinggi, hingga mencuatkan nama-nama pelawak seperti Gepeng, Pete, dan Jujuk, sebelum akhirnya juga menyerah pada takdir.

Masa kelam Balekambang adalah justru terjadi sepeninggal Srimulat. Dunia gemerlap lebih disukai (seperti banyak dijumpai pada tayangan televisi), sehingga diskotiklah yang lantas memberi warna Balekambang sebagai ‘ruang publik’. Tiap malam, puluhan PiaR, sebutan untuk perempuan penghibur yang bekerja secara freelance alias tak menginduk pada nama besar germo, berkeliaran di seputar Balekambang.

Mereka berbaur dengan perempuan-perempuan menor yang dikenal dengan sebutan rendan (akronim dari kere dandan), yang kebanyakan lantas ‘mojok’ di bawah pepohonan besar di sekitar panti pijat yang menawarkan solusi kebugaran semu.

Untung, semua itu sudah menjadi cerita masa lalu. Kini, Balekambang benar-benar menjadi sebuah taman yang asri. Nyaris mirip Kebun Bogor, meski berbeda pada beberapa hal, seperti luasnya atau tiadanya istana negara. Tiga rusa sudah didatangkan untuk meramaikan Balekambang, yang kelak bakal dikembangkan menjadi taman botani. Banyak pepohonan aneh, eh langka mulai ditanam di sana, sumbangan dari sejumlah pejabat negara, tokoh publik hingga sejumlah pejabat diplomatik negara sahabat. Sebuah teater terbuka juga sudah dibangun, bersebelahan dengan gedung baru untuk pentas ketoprak, kelak.

Taman Balekambang

Pokoknya, Taman Balekambang kini benar-benar indah, nyaman untuk rekreasi keluarga. Untuk menikmatinya, semua digratiskan kecuali parkir yang dikelola oleh sejumlah anak-anak muda, yang tampaknya bukan ‘wakil’ aparatur Pemerintah Kota Surakarta.

Yang perlu dijadikan catatan dalam ingatan kita hanyalah bagaimana turut merawat Balekambang agar tetap asri dan nyaman. Jangan membuang sampah sembarangan, syukur mau menyumbang bibit tanaman. Asal tahu saja, areal di sekitar taman sengaja dijadikan sebagai daerah resapan, agar air yang kian mahal, tak langka dari Surakarta.

18 thoughts on “Ayo Piknik ke Balekambang

  1. Bintang

    solo semakin tertata rapi, buat Bpk WALI KOTA SOLO, mohon dibikinkan room buat CHATTINGAN untuk kota solo, Kabupaten Klaten saja punya room buat chattingan,sehingga kita kita yg jauh dr SOLO bisa saling berkomunikasi.
    salam hormat dr BERMUDA / INGGRIS

  2. siaaap!! lapor! saya tadi sore abis dari taman balekambang!! mantap oi ngobrol bareng ma kijang!! hoho bukan kijang merk mobil lho!! kijang aseli hewan.. hahaha..
    kasih makan kijang n ambil ntn bapak2 yg mancing ikan di danau! hahah ssstt pdhl kan gag boleh mancing.. hihi peraturan dibuat untuk dilanggar.. hahaha

Leave a Reply