Nge-Mie di Atas Kali

Nge-mie di atas Kali Pepe asyik juga. Belum sebanyak hitungan jari, memang. Tapi beberapa menu sudah saya coba, seperti mie bakso, bakso kuah, mie ayam, juga mie pangsit. Hampir semua menu terasa pas di lidah.

gajahmas_031 

Itulah mie Gajah Mas, yang membuka usahanya di sebuah bangunan sempit di atas Kali Pepe, tepat di ujung jembatan yang menghubungkan Balaikota dengan Pasar Gede. Pemiliknya mengklaim kehalalan semua menunya. Maka tak aneh, warung itu selalu dijejali pengunjung sejak buka jam 9 pagi hingga hampir jam 9 malam. 

Karena berjubelnya pelanggan, sampai trotoar bagi pejalan kaki di salah satu sisi jembatan pun dipenuhi payung peneduh dengan kursi-kursi mengitari meja bulat. 

Di warung ini, saya menyukai mie bakso dan mie ayam jamur. Sedang istri saya, menyukai hampir semuanya, terutama pangsitnya yang selalu dicari pelanggan. Suatu ketika, saya bersama teman makan bersama di sana. Belum sempat pesan, sang teman mendahului memesankan mie pangsit untuk saya. Karena tak terlalu suka, maka pangsit saya pinggirkan sementara mie tandas tak terlalu lama. 

gajahmas_2

“Kok, pangsitnya tidak dimakan, Mas,” tanya lelaki di samping saya. “Saya kurang suka, Pak,” sahut saya kepada lelaki yang datang bersama pasangannya itu. 

“Wah, sayang sekali. Saya sudah kehabisan saat memesannya….,” tukasnya. Saya bingung. Dalam hati, sayang juga menyisakan pangsit, tapi apa mau dikata karena memang saya tak suka. Saya tahu, membuang makanan sama saja dengan menyia-nyiakan nikmat dan rejeki dari Tuhan. 

“Saya suka pangsit di sini… Banyak orang juga datang kemari karena kelezatan pangsit itu, lho,” ujarnya. 

Maunya jaim, berusaha tenang. Tapi ekspresi wajah saya telanjur tersipu. Tak kurang akal, saya mencoba berkelit. 

“Maaf, Pak. Saya jadi nggak enak sama Bapak. Habis, porsinya terlalu banyak sih, sampai saya kekenyangan.”

4 thoughts on “Nge-Mie di Atas Kali

  1. sebastian ari

    solo=makanan 24 jam!
    iya, jam berapun kita keluar rumah pasti ada penjaja makanan yang siap membantu kita mengurangi rasa lapar di malam hari.
    bangga jadi warga solo, KTP ku wae sih solo,kendaraanku ae plat AD, walo udah 5 tahun di kota lain.
    hahahahaha
    solo surga makanan dan ga bikin kantong bolong!!!!!

  2. wah nek gajah mas aku belum pernah coba mas nek aq ke solo..
    biasanya ke mie pasar baru jakarta…soale mienya khas jakarta banget…kayaknya tempatnya sih lebih representatif..
    gak tau kalo mie gajah mas…tapi patut dicoba…thanks infonya

  3. Pokmen begitu ke Solo, aku arep wisata kuliner. Serbuuuuu Solo dengan makanannya.
    Makasih yo, mas untuk infonya, Apalagi nek menunya bakmi dan sebangsanya…Riri bangetsssss..

Leave a Reply