Koes Plus Tak Lagi Ngak-ngik-ngok

Ada forum klangenan yang, mungkin, tidak dapat dijumpai di tempat lain. Ya, di Sala, tepatnya di THR Sriwedari, ada pentas musik bertajuk Koes Plus-an, setiap Kamis malam. Tak ada libur kecuali pada hari-hari besar keagamaan.

koesplus1 

Sesuai namanya, sepanjang durasi pergelaran pukul 19.30 – 22.30, hanya dilantunkan tembang-tembang jadul karya-karya Koes Plus, yang oleh Bung Karno disebut kelompok musik ngak-ngik-ngok. Sudah lebih dari empat tahun, Nusantara Band yang menjadi home band, tampil di sana. 

Penonton tumpah ruah. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam pula, mulai tukang tambal ban hingga pejabat pemerintahan. Bahkan, banyak preman menghabiskan sebagian malamnya di sana. Tapi, pada malam-malam begitu, wajah mereka penuh damai. Tak ada sangar-sangarnya sama sekali. Peace! 

Seribuan pengunjung selalu setia hadir. Tak hanya dari tlatah Surakarta, sebagian malah jauh-jauh datang dari Ngawi, Jawa Timur. Biasanya, mereka datang berombongan. 

Anda jangan coba-coba menggeneralisir, bahwa fans Koes Plus hanya mereka yang berusia 40-an. Sejak awal kehadiran forum Koes Plus-an, tua-muda berbaur. Malah, banyak rombongan datang dengan tiga generasi sekaligus: ayah/ibu-anak-nenek! 

koesplus2 

Keakraban ala Sala juga sangat terasa. Keramahan yang saya yakin tak bakal Anda jumpai di tempat-tempat lain. Bukan hanya bertegur sapa, saat datang atau beranjak pun mereka saling tegur dan bersalaman. Koes Plus-an sungguh pantas disebut sebagai ajang kangen-kangenan. Tak jarang, saya melakukan janji ketemuan di sana. Bisa ngobrol panjang, kadang disela nyanyi bareng mengikuti lantunan vokalis. 

Percaya atau tidak, tiga tahun lampau saya hanya membayar Rp 2.000 untuk masuk. Lama absen, tiket masuk sudah naik seribu rupiah. Kata teman-teman, kenaikan itu justru akibat desakan pengunjung. Bukan sok-sokan. Rupanya, komunitas penonton yang merasa puas terhibur perlu menuntut kenaikan harga tiket supaya honor Nusantara Band meningkat. 

Kini, tanda masuk sudah menjadi Rp 5.000 per orang. Tak ada beda untuk anak atau orang tua. Solidaritas terbangun seiring naluri empati. 

Kalau Anda ingin mencoba suasana baru, percayalah, bukan hanya terhibur, sepulang dari sana akan segera hilang penat-lelah. Puluhan ibu-ibu suka berjoget di belakang. Kadang bisa dijumpai seorang pemuda mabuk, bergoyang bebas di depan pengeras suara.

5 thoughts on “Koes Plus Tak Lagi Ngak-ngik-ngok

  1. soemarsono

    dulu waktu masih di semarang aku tiap bulan sekali pasti silaturahmi ke solo, tp sekarang di bangka baru terasa aduh huebatnya koes plusan di solo, di bangka gak ada komunitas dah tak cari2 hasilnya nihil

  2. soemarsono

    Wong solo dan sekitarnya mang edan-edanan klo bicara melestarikan musik legendaris koesplus koes bersaudara, aku wong semarang sangat menginginkan itu, tapi syukurlah akhir-akhir ini udah agak ramai, klo disemarang jumat bengi di taman ria wonderia semarang, ayooooo do ngluruk khususnya semarang dan sekitarnya

Leave a Reply