Menu Elek-elekan Harjo Bestik

Bestik Lidah

Di Sala (orang terbiasa mengucapkan dengan kata Solo), tepatnya di sebelah timur perempatan Pasar Kembang, terdapat warung tenda yang lumayan kesohor. Harjo Bestik, namanya. Beragam menu tersaji, selain bestik lidah sapi sebagai dagangan unggulan. Satu-satunya jenis makanan yang tidak ditampilkan pada daftar menu bernama Elek-elekan.

Elek-elekan berupa pangkal lidah yang digoreng kering. Gurih dan crispy. Enak disantap bersama nasi putih, nasi goreng atau mie goreng yang tersedia pula di sana. Soal kenapa dinamai Elek-elekan, saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin diambil dari maknanya, yakni yang serba jelek alias sisa-sisa, sehingga dinamai demikian. Karena ‘barang sisa’ pula, mungkin, menu itu tak dicantumkan di daftar.

Pertama saya mengenal nama menu itu justru dari biang keplek ilat, Butet Kartaredjasa. Saat itu, usai tampil sebagai pembicara di rumah dinas walikota, Butet mengajak kami makan di sana. Semula, saya mengira ia akan memesan bestik (dari kata beefsteak)lidah saja, yang terbukti kemudian keliru. Butet hanya menyantap sedikit nasi putih dengan lauk Elek-elekan, sambil bertutur panjang lebar mengenai salah satu makanan kesukaannya di Sala itu. (Ah, ternyata dia sangat tahu tentang jajanan di Sala).

Elek-elekan, juga nasi goreng dan risol goreng bisa menjadi makanan alternatif bagi yang tak suka rasa manis. Sebab, hampir semua jenis bestik di sana disajikan berkuah dengan kecap manis dan minyak sayur mendominasi rasa. Jangan ragu, makanan di sana masuk kategori halal sehingga nyaman bagi Anda yang puritan beragama.

elek-elekan

Suasana Sala juga bisa dirasakan dengan kehadiran kelompok musik keroncong yang setia menghibur pengunjung setiap harinya. Mulai langgam Jawa klasik hingga lagu-lagu Indonesia terkini bisa dilantunkan mereka. Anda cukup membayar seikhlasnya, tergantung kepuasan yang diperoleh.

Jangan ragu, semua makanan dijual mulai harga Rp 9.000 hingga Rp 12.000-an. Tak mahal untuk ukuran masakan selezat sajian Harjo Bestik.

11 thoughts on “Menu Elek-elekan Harjo Bestik

  1. amin_ganteng

    tulisan ringan yang enak dibaca dan membantu menyusuri kuliner khas solo. soal rasa… boleh beda

    memang, soal rasa itu terkait dengan selera. sumangga saja… demokrasi juga ada di kuliner, kok
    /blt/

  2. ari

    apa temen saya ini mulai kehilangan identitasnya yang nakal,centil,pinter,dan lucu ya ? . Biasanya nggak nulis gini deh di blog satunya. Kok tiba-tiba jadi gini ya. Bingung aku ? atao jangan-jangan punya misi tersembunyi dari blog ini,misalnya mau buka warung makan atao apa gitu…… tapi ini juga bagus kok. kapan pecel bu jat atau jus mas kris naik neh……….. hehehehe, keep writing bro. god bless you

Leave a Reply