Awas Merapi

Usai berkeliling mengunjungi sejumlah tempat di lereng Gunung Merapi -sekitar Cangkringan-Sleman dan Dukun-Magelang, Rabu (19/4) siang, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah singgah di Selo, Boyolali. Panjang lebar ia bercerita mengenai rencana penanganan para korban bila Merapi benar-benar meletus. Cuma, Pak Menteri tak bisa menjawab ketika ditanya soal nasib 3.000 lebih warga dua desa di sekitar obyek wisata Deles, Klaten.


Bendera PMI yang menjadi penanda titik kumpul warga Desa Deles, Klaten, rupanya menarik perhatian bagi seorang bocah, sehingga ia memperlakukannya sebagai barang mainan yang mengasyikkan

Terletak di lereng selatan Merapi, desa tertinggi berada empat kilometer di bawah Merapi. Di desa ini, bahkan terdapat satu dusun kecil yang dihuni 24 jiwa, yang untuk keluar dusun saja memerlukan waktu satu jam untuk menyusuri jalan setapak. Tak ada akses jalan sama sekali, apalagi alat transportasi. Rupanya, dua desa di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten ini belum masuk ‘agenda’ alias daerah yang harus diperhitungkan oleh pemerintah, walaupun sejumlah penduduk di sana mengaku sudah beberapa kali melihat lelehan lava, dan selalu berjaga semalaman secara bergantian, sejak senja tiba.


Di kala senggang, warga memanfaatkan waktu untuk bersantai. Tak ada kecemasan terhadap perkembangan Gunung Merapi

Demi kemanusian, berbagai langkah harus dilakukan untuk menekan potensi kerugian harta benda dan jumlah korban manusia. Sebab, otoritas Merapi pun rupanya tak bisa memprediksi, ke mana arah dampak letusan berupa lahar bakal mengalir… Kalau menyimak banyaknya lokasi penambangan dengan frekwensi pengambilan pasir dan batu sebanyak satu truk per menit, tak diragukan lagi bahwa wilayah itu memiliki potensi aliran lava dan lahar dingin yang disemburkan Merapi. Sementara di Deles, Klaten, jalan aspal -dan satu-satunya akses transportasi- selebar 10 meter rusak parah, sepanjang hampir empat kilometer. Evakuasi korban akan sulit dilakukan kalau muntahan Merapi mengarah ke selatan.


Seorang jurnalis televisi sibuk mengumpulkan stok gambar di sebuah pos ronda yang oleh orang iseng disebut sebagai Produk Gagal. Entah, apa maksud pesan yang disampaikan si pembuat grafiti usil itu

Untung belum terlambat. Setelah mengaku belum tahu-menahu situasi dan kondisi geografis dan demografis wilayah itu, Pak Menteri berjanji segera menyambangi Deles seusai dari kunjungan ke Boyolali. Sehingga, pemerintah setempat bisa memperbaiki jalan yang dirusak oleh truk-truk pengangkut pasir di sana, sementara pemasukan daerah dari sektor pertambangan jenis ini cukup besar. Jadi, warga tak jadi korban sia-sia andai Merapi benar-benar jadi marah.

Leave a Reply