Seniman Anti-RUU Pornografi

Rancangan Undang-undang tentang Antipornografi dan Pornoaksi memang bikin gerah. Semua politisi, seperti sedang bermain-main. Mereka membuat keruh suasana lantas nantinya akan pada tampil seperti pahlawan.


Didik Nini Thowok bersama 500-an penari Tayub sedang berpawai menolak RUU Antipornografi

Yang putih, yang merah, kuning dan apapun warnanya menjadi tak usah repot-repot mengail di air keruh. Ikan sudah menggelepar, tinggal ditangkapi pakai tangan kosong, atau bahkan pakai saringan kelapa supaya dapat banyak. Yang hijau (karena merasa putih), bisa bereksperimen tentang gagasan penerapan syariat Islam, sehingga pada pemilu mendatang bisa mendulang suara.


Puluhan seniman dari berbagai cabang kesenian mempertunjukkan ekspresi berkesenian mereka

Yang abangan begitu pula. Mereka bisa saja ikut-kutan mendorongnya, sehingga muncul antipati terhadap gagasan-gagasan sektarian dari Si Putih. Akibatnya, mereka tinggal berharap, siapa tahu pada pemilu nanti, mereka yang kurang sreg dengan penerapan syariat Islam bisa berbondong-bondong memenuhi kotak-kotak pemungutan suara. Politisi, memang selamanya susah dipercaya!


Pernyataan Komunitas Bebas Berekspresi menyerukan pembubaran Pansus RUU Antipornografi & Pornoaksi dan meminta dana pembahasan dialihkan untuk menanggulangi kemiskinan dan bencana alam

Leave a Reply