Slamet Gundono

Slamet Gundono, harus diakui sebagai dalang muda yang kreatif. Semula, sebagai pengagum almarhum Ki Nartosabdho, ia ingin menjadi dalang wayang kulit yang bergaya klasik. Kemampuan dan karakter vokalnya (antawacana, Jw.) cukup bagus, bahkan bisa disebut reinkarnasinya Ki Narto. Soal olah gerak boneka wayang alias sabet juga standar.

Cuma, dia kalah dalam persaingan antar-dalang. Lobi dan jaringan dengan konsumen dan broker sudah dikuasai dalang-dalang mainstream, yaitu Ki Manteb Sudharsono dan Ki Anom Suroto untuk gaya Surakarta dan Ki Hadi Sugito untuk gaya Yogyakarta. Karena itulah, ia mengembangkan gaya pertunjukan sendiri, seperti wayang suket yang boneka wayangnya terbuat dari rumput atau wayang gremeng yang dimainkan tanpa boneka wayang kulit. Nyatanya, dia sukses dengan hasil eksplorasi kreatifnya. Baik ditilik secara eksistensialis maupun dari sudut pandang ekonomis.

Leave a Reply