Putu Wijaya

Sutradara merangkap pimpinan Teater Mandiri, Jakarta. Karya-karya dramanya unik. Maksudnya, aku sering bingung menangkap maksudnya. Selalu miskin kata! Tentu harus dimaklumi, karena aku lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang lebih memajukan tradisi lisan, dan sangat jauh dari keinginan mengembangkan tradisi membaca –baik teks maupun simbol.

Begitulah aku, yang karena latar belakangku, menjadi lebih suka menyimak pertunjukan oleh kelompok-kelompok yang lebih suka berkomunikasi dengan teks seperti Teater Gandrik, Studiklub Teater Bandung (STB), Actors Unlimited (AUL) atau Teater Gidag-gidig. Kalaupun ada kelompok yang pelit berbagi kalimat, pertunjukan Kelompok Payung Hitam masih mudah dan enak dinikmati.

Leave a Reply