Kuda Inspiratif

Ratusan warga Desa Pancot, Karanganyar, Jawa Tengah melakukan ritual tahunan Suryo Jawi, berupa ruwatan untuk kuda tunggangan di Taman Balekambang, Tawangmangu, Selasa siang, 14 Pebruari 2006. Ruwatan itu diperuntukkan bagi sedikitnya 120 kuda yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi wisata di Tawangmangu yang terletak di lereng Gunung Lawu. Ruwatan itu dilakukan setiap bulan Suro atau Muharram dalam kalender Islam, yang bermakna memohon kecukupan rejeki dan kesehatan, baik untuk si kuda maupun pemiliknya.

Meski sebagai peristiwa bisa dinikmati, prosesi ritual itu bagai api yang membara dalam sekam. Keinginan Pemerintah Kabupaten Karanganyar cukup mulia. Untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan pemasukan daerah melalui event wisata, pemerintah mendorong dihidupkannya kembali kekayaan budaya subkultur yang memang sangat beragam. Ada perayaan Dhukutan, Wahyu Kliyu dan banyak lagi yang sengaja dipromosikan sebagai event tetap.

Anehnya, ada sekelompok penganut paham keagamaan tertentu yang menganggap kebijakan itu sebagai tindakan yang mendukung praktik syiri’, sinkretis dan sebagainya, sehingga mereka menggunakan caranya sendiri, tentu atas nama agama, untuk menentang dan menggagalkan. Anehnya, cara yang ditempuh tidak berbudaya, bahkan cenderung mengandalkan kekuatan fisik dan massa.

Leave a Reply