Rapuhnya Sekolah Kami

Rajin pangkal pandai: rajin mengangkat bangku pinjaman agar nyaman belajar

Jauh dari kota tak lantas menyurutkan warga Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, dalam urusan menuntut ilmu. Semangat menuntut ilmu, bukan saja ditunjukkan saat kegiatan belajar-mengajar dilangsungkan. Di luar alat tulis dan buku pelajaran, sebagian bahkan terpaksa mengangkut meja belajar dari rumah, demi mengejar cita-cita.

Tak ada rotan, akar pun jadi. Kegiatan pengajaran pun bisa dilakukan di masjid

Hampir seluruh penduduk di pelosok desa –tak jauh dari genangan Waduk Kedungombo, itu memiliki tingkat pendidikan memadai, minimal tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Meski jenjang pendidikan dasar yang menjadi penentu dilalui dengan berkelesot di serambi masjid akibat ketiadaan ruang kelas.

Pecah genteng tak bikin genting. Justru menambah penerangan...

Religiusitas, rupanya menjadi faktor kunci keberhasilan pendidikan di desa itu. Spirit bahwa mencari ilmu merupakan kewajiban bagi seorang muslim, membuat desa itu bebas buta huruf. Uniknya, mayoritas penduduk masih mempercayakan jenjang pendidikan dasar anak-cucu mereka ke satu-satunya Madrasah Ibtidaiyah (MI) “Al Ma’arif” yang ada di desa itu. Kecenderungan memadukan ilmu duniawi dengan ilmu agama itu, bahkan mengakibatkan dua sekolah dasar negeri di sana, nyaris gulung tikar akibat kekurangan murid.

Prinsip berbagi, perlu diajarkan sejak dini

Ironisnya, bangunan fisik MI “Al Ma’arif” yang didirikan pada 1969 itu kian rapuh. Ketiadaan dana, baik yang berasal dari Nahdlatul Ulama sebagai induk organisasinya maupun Departemen Agama yang membawahkannya, membuat gedungnya nyaris runtuh. Beberapa ruangan, bahkan harus disekat dengan papan untuk menampung 140 siswa/siswi dari Kelas I hingga Kelas VI. Untung, keceriaan selalu mewarnai kelas-kelas kumuh mereka………..

Update (4/2/2010):

Sekolah ini sudah memberoleh bantuan perbaikan ruang kelas, beberapabulan setelah ramai dipublikasikan media. Syukur ada perubahan.

3 thoughts on “Rapuhnya Sekolah Kami

Leave a Reply