Eko Tanpa Madonna

Tanpa embel-embel Madonna sang superstar, Eko Supriyanto sesungguhnya seorang koreografer muda bertalenta kuat. Perkenalan dengan seni tari dimulai pada masa kecilnya di Magelang, saat ia berguru pada seorang guru tari tradisional yang memperkenalkannya pada tarian jenis Kuda Lumping dan Kubro Siswo, dua jenis tarian khas setempat.

Minatnya pada dunia tari kian kuat hingga ia melanjutkan jenjang pendidikan formalnya di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta. Belajar pada sejumlah koreografer senior di Solo dan sekitarnya, membuatnya kian matang dalam olah gerak dan mencipta sejumlah komposisi dan koreografi. Ia beruntung bisa mengikuti program pertukaran penari tingkat internasional dalam forum APPEX di Amerika.

Dari Amerika, ia berkenalan dengan sutradara opera ternama, Peter Sellars yang merekrutnya sebagai salah satu pendukung opera karya Sellars. Ia juga beruntung bisa meneruskan jenjang akademisnya hingga memperoleh gelar Master of Fine Arts/MFA dari University of California Los Angeles (UCLA) dalam bidang seni tari.

Leave a Reply